Bukan Eropa, Ini Arab Saudi! Fenomena Langka Salju Selimuti Tabuk dan Al-Jawf

Celer.my.id – Jagat media sosial kembali diramaikan oleh pemandangan menakjubkan yang memperlihatkan hamparan gurun pasir di Arab Saudi berubah warna menjadi putih bersih layaknya dataran pegunungan Alpen di Eropa. Fenomena alam yang terbilang langka bagi negara gurun ini dilaporkan terjadi di wilayah utara Arab Saudi, tepatnya di provinsi Tabuk dan Al-Jawf, yang kini tengah diselimuti butiran salju tebal.

Sejak pertengahan Desember 2025 ini, suhu di kawasan tersebut memang dilaporkan turun drastis hingga mencapai titik beku, memicu turunnya hujan salju yang cukup intens di beberapa titik. Warga setempat maupun wisatawan terlihat sangat antusias menyambut momen ini dengan berbondong-bondong mendatangi lokasi pegunungan untuk sekadar berfoto atau menikmati sensasi dingin yang tidak biasa tersebut.

Pemandangan yang paling menyita perhatian netizen global adalah potret sekumpulan unta yang biasanya berjalan di atas pasir panas, kini tampak tenang berjalan menembus badai salju dengan punggung yang tertutup es. Kontras warna antara bulu unta yang kecokelatan dan hamparan salju putih menciptakan estetika visual yang sangat unik dan memukau mata siapa saja yang melihatnya.

Menurut para ahli meteorologi setempat, fenomena ini bukanlah tanda-tanda aneh yang perlu ditakuti secara berlebihan, melainkan dampak dari sistem tekanan udara rendah yang bergerak dari arah Mediterania menuju wilayah Teluk. Massa udara dingin yang terbawa oleh angin kutub tersebut kemudian bertemu dengan kelembapan di wilayah gurun utara, sehingga menciptakan kondisi yang memungkinkan terbentuknya kristal es atau salju.

Meskipun terasa asing bagi kita yang tinggal di negara tropis, hujan salju di wilayah pegunungan utara Arab Saudi seperti Jabal Al-Lawz sebenarnya merupakan kejadian tahunan yang rutin terjadi saat puncak musim dingin. Wilayah Tabuk memang memiliki elevasi topografi yang cukup tinggi, mencapai lebih dari 2.500 meter di atas permukaan laut, yang membuatnya wajar memiliki suhu ekstrem saat musim dingin tiba.

Pemerintah setempat bahkan mulai melirik potensi cuaca ini sebagai daya tarik wisata musiman baru, mengingat banyaknya orang yang rela berkemah di tengah suhu beku demi menyaksikan salju turun. Tenda-tenda tradisional khas Arab terlihat berjejer rapi di lereng gunung, lengkap dengan api unggun untuk menghangatkan badan sambil menyeruput kopi atau teh hangat khas Timur Tengah.

Beberapa pengamat lingkungan sempat mengaitkan intensitas salju yang semakin sering dan tebal ini dengan perubahan pola cuaca global yang sedang melanda berbagai belahan dunia. Namun, data spesifik dan validasi ilmiah mengenai korelasi langsung antara curah salju tahun ini dengan krisis iklim jangka panjang masih memerlukan penelitian lebih lanjut dari lembaga klimatologi internasional.

Video-video amatir yang merekam anak-anak Arab Saudi sedang bermain bola salju atau meluncur menggunakan papan sederhana di lereng bukit telah viral dan dibagikan ribuan kali di berbagai platform media sosial. Kegembiraan yang terpancar dari wajah mereka menunjukkan bahwa cuaca ekstrem ini justru menjadi berkah tersendiri yang membawa kebahagiaan bagi masyarakat setempat.

Di sisi lain, pihak Pertahanan Sipil Arab Saudi tetap mengeluarkan peringatan resmi dan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat berkendara di jalanan yang licin akibat lapisan es. Kewaspadaan terhadap potensi banjir bandang akibat lelehan salju juga terus ditingkatkan, mengingat keselamatan tetap menjadi prioritas utama di tengah euforia menikmati “Winter Wonderland” versi gurun ini.

Fenomena ini mengingatkan kita akan kebesaran alam yang selalu penuh kejutan dan mampu mengubah lanskap gersang menjadi lukisan alam yang indah hanya dalam sekejap mata. Bagi Anda yang berencana umrah atau wisata ke sana di akhir tahun, mungkin bisa menyempatkan diri mampir ke wilayah utara untuk merasakan sensasi salju gurun yang fenomenal ini secara langsung.

Leave a Comment