Antusiasme para penggemar produk Apple atau Apple Fanboy kembali memanas di awal tahun 2026 seiring munculnya berbagai bocoran mengenai spesifikasi dan estimasi harga iPhone 18 Pro yang diprediksi akan rilis akhir tahun ini. Mengingat tren kenaikan harga elektronik global dan fluktuasi nilai tukar Rupiah, banyak pengamat memprediksi bahwa harga seri flagship terbaru ini akan mengalami penyesuaian yang cukup signifikan saat mendarat resmi di Tanah Air.
Faktor utama yang disinyalir akan mendongkrak harga jualnya adalah penggunaan chipset generasi terbaru yang diklaim memiliki performa jauh lebih gahar namun dengan biaya produksi yang lebih mahal. Selain itu, isu mengenai peningkatan kapasitas memori dasar dan teknologi layar baru juga berkontribusi besar terhadap melonjaknya Base One Cost atau modal dasar pembuatan perangkat tersebut.
Jika berkaca pada peluncuran seri sebelumnya, harga iPhone varian Pro di pasar Amerika Serikat mungkin akan tetap stabil di angka psikologis USD 999 atau USD 1.099, namun ceritanya akan berbeda ketika dikonversi ke pasar Indonesia. Sobat perlu memperhitungkan komponen pajak impor, PPN yang kini sudah berada di angka 12 persen, serta margin keuntungan distributor resmi yang membuat harganya membengkak.
Berdasarkan hitung-hitungan kasar para analis gadget lokal, harga iPhone 18 Pro varian terendah kemungkinan besar akan dibanderol mulai dari Rp22 juta hingga Rp24 juta saat masa pre-order dibuka. Angka tersebut tentu bisa lebih tinggi lagi untuk varian penyimpanan yang lebih besar, bahkan diprediksi bisa menembus angka Rp35 juta untuk model dengan kapasitas 1 Terabyte.
Kenaikan harga ini sebenarnya bukan hal yang mengejutkan mengingat Apple terus menanamkan fitur-fitur premium yang membuat jarak antara seri reguler dan seri Pro semakin terasa jauh. Namun, Sobat harus benar-benar bijak memikirkan apakah fitur canggih seperti peningkatan kemampuan Zoom dan integrasi AI (Kecerdasan Buatan) yang ditawarkan sebanding dengan dana yang harus dikeluarkan.
Selain harga perangkat itu sendiri, calon pembeli juga disarankan untuk menyiapkan dana tambahan guna membeli aksesoris pendukung seperti casing pelindung dan adapter charger yang sudah pasti tidak disertakan dalam paket penjualan. Belum lagi biaya layanan purna jual atau asuransi tambahan seperti AppleCare+ yang sangat direkomendasikan untuk melindungi “investasi” mahal ini dari kerusakan yang tidak disengaja.
Meskipun istilah “jual ginjal” sering dijadikan candaan di media sosial setiap kali iPhone baru rilis, realitanya Sobat harus memiliki perencanaan keuangan yang matang jika memang berniat meminang HP ini. Menabung sejak jauh-jauh hari atau memanfaatkan program cicilan 0% dari kartu kredit dan platform pembiayaan resmi adalah strategi paling masuk akal agar cashflow bulanan tidak terganggu.
Perlu diingat bahwa semua angka yang disebutkan di atas masih bersifat prediksi dan asumsi berdasarkan kondisi pasar di awal tahun 2026, sehingga kepastian harganya baru bisa diketahui saat Apple resmi mengumumkannya nanti. Sebaiknya Sobat menunggu informasi resmi dari distributor resmi di Indonesia seperti iBox atau Digimap agar mendapatkan harga yang valid dan jaminan garansi yang aman.
Hindari membeli unit dari pasar gelap atau black market (BM) dengan iming-iming harga miring karena risiko pemblokiran IMEI oleh pemerintah masih berlaku ketat hingga saat ini. Lebih baik bersabar sedikit membayar lebih mahal untuk unit resmi demi kenyamanan penggunaan jangka panjang tanpa rasa was-was sinyal akan hilang tiba-tiba.
Intinya, jika Sobat memang mengincar iPhone 18 Pro sebagai daily driver selanjutnya, mulailah menyisihkan dana “dingin” dari sekarang. Semoga saat peluncurannya nanti, nilai tukar Rupiah sedang menguat sehingga harga jualnya bisa sedikit lebih bersahabat di kantong kita semua.