Celer.my,id – Keputusan besar akhirnya diambil oleh pabrikan berlogo Garpu Tala untuk meninggalkan mesin legendaris Inline-4 pada musim kompetisi MotoGp 2026 ini demi mengejar ketertinggalan teknologi.
Langkah ini menandai berakhirnya sebuah era di mana Yamaha menjadi satu-satunya pabrikan yang bertahan dengan konfigurasi mesin di tengah gempuran mesin V4 dari para rival Eropa.
Transformasi menuju mesin V4 ini adalah hasil riset mendalam dan pengembangan intensif yang telah dilakukan beberapa tahun terakhir. Alasan utamanya adalah untuk mengejar defisit top speed dan akselerasi yang selama ini menjadi kelemahan fatar YZR-M1 saat harus berduel melawan dominasi Ducati di trek lurus panjang.
Secara teknis, konfigurasi mesin V4 memungkinkan desain motor yang lebih ramping secara keseluruhan, memberikan keuntungan aerodinamika yang jauh lebih masif dibandingkan mesin inline-4 yang cenderung lebar ke samping.
Dengan bentuk mesin yang lebih sempit ini, insinyur Yamaha kini memiliki kebebasan lebih luas untuk merancang saluran udara dan komponen ground effect di bodi samping demi menghasilkan daya tekan ke bawah yang maksimal.
Perubahan pada jantung pacu ini tentu membawa konsekuensi besar bagi karakter heading yang selama dua dekade terakhir menjadi ciri khas utama motor Yamaha di tikungan cepat. Para pembalap kini harus beradaptasi ulang dengan karakter penyaluran tenaga V4 yang biasanya lebih meledak-ledak di putaran bawah.
Luca Marmorini, insinyur mesin kawakan eks Formula 1 yang direkrut sebagai konsultan, disebut-sebut memegang peranan penting dalam perancangan mesin baru yang diharapkan bisa menyelamatkan prestasi Yamaha ini.
Sentuhan darinya ditargetkan mampu menciptakan mesin V4 yang tidak hanya bertenaga di lintasan lurus, tetapi juga tetap memiliki drivability atau kenyamanan berkendara yang masih bisa dikendalikan oleh pembalap.
Fabio Quartararo, sebagai pembalap andalan tim Monster Energy Yamaha, menyambut antusias perubahan yang sebenarnya sudah lama ia desak kepada manajemen Jepang demi kompetisi yang lebih adil. Juara dunia 2021 tersebut meyakini bahwa hanya dengan beralih ke format mesin V4, Yamaha akan memiliki senjata yang setara untuk kembali memperebutkan gelar juara dunia yang belakangan ini dikuasai total oleh Ducati.