Waspada Penyakit Musim Hujan: Kenali Gejala Demam Berdarah dan Leptospirosis

Celer.my.id – Musim hujan yang terus mengguyur berbagai wilayah di Indonesia belakangan ini menuntut kita untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan lingkungan. Dua penyakit yang menjadi langganan pada saat musim hujan seperti sekarang adalah Demam Berdarah Dengeu (DBD) dan Leptospirosis.

Penyakit DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang populasinya meningkat karena banyaknya genangan air.

Seperti yang kita ketahui bahwa nyamuk ini justru senang bersarang di tempat-tempat yang terdapat genangan air, seperti sisa air di pot bunga, wadah penampungan dispenser, dll.

Gejala awal DBD sering kali mengecoh kita karena mirip dengan flu atau demam biasa yang mendadak tinggi. Namun, ciri khas dari penyakit ini adalah demam yang mendadak tinggi selama 2-7 hari tanpa sebab yang jelas dan sering nyeri di bagian belakang mata.

Selain demam, penderita biasanya merasakan sakit kepala yang intens serta nyeri pada sendi dan otot yang membuat tubuh kita terasa sangat lemas.

Tanda lain yang cukup spesifik adalah munculnya bitnik-bintik merah pada kulit, meskipun tanda ini tidak selalu muncul pada setiap pasien di tahap awal.

Fase kritis DBD ini justru muncul ketika demam mulai turun. Pada tahap ini, risiko pendarahan sangat tinggi sehingga pemantauan cairan tubuh dan pemeriksaan badan rutin di fasilitas kesehatan sangatlah krusial.

Sementara itu, Leptospirosis adalah ancaman lain yang mengintai terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang rawan banjir atau sering beraktivitas genangan air.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang menyebar melalui urine hewan yang terinfeksi yang bercampur dengan air banjir atau tanah yang becek.

Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka terbuka sekecil apapun di kulit, genangan air yang terdapat bakteri tersebut sangatlah berbahaya karena risiko penularannya sangat cepat.

Gejala Leptospirosis bisa bermacam-macam mulai dari yang ringan hingga berat, namun umumnya diawali dengan menggigil dan demam tinggi yang mendadak.

Salah satu ciri khas yang membedakannya dengan penyakit lainnya adalah nyeri otot yang sangatlah hebat, terutama di bagian betis.

Pada tahap yang mulai berat, mata penderita bisa terlihat memerah atau kekuningan (ikterus) yang menandakan adanya gangguan pada fungsi hati. Jika tidak ditangani dengan cepat, bakteri ini dapat merusak ginjal hingga menyebabkan meningitis yang mengancam nyawa.

Pencegahan kedua penyakit ini sebenarnya bisa dimulai dari langkah yang sederhana, bisa dengan menerapkan gerakan 3M untuk membasmi jentik nyamuk, menguras bak mandi, dan menutup tempat penampungan air.

Untuk mencegah Leptospirosis adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang akan hewan. Selain itu, biasakan untuk selalu menggunakan sepatu bot karet dan sarung tangan jika harus membersihkan selokan atau berjalan di area yang tergenang air.

Segera periksakan diri ke dokter atau puskesmas terdekat apabila anda atau keluarga mengalami demam ringgi yang tidak turun-turun setelah dua hari. Penanganan medis yang cepat dan tepat adalah kunci utama untuk mencegah penyakit itu tersebar.

Menjaga imunitas tubuh dengan makan bergizi dan istirahat dengan cukup juga menjadi pertahanan tubuh jika cuaca sedang tidak menentu. Mari kita jaga kesehatan diri dan lingkungan agar kita terbebas dari dua penyakit itu dan aman beraktivitas meski hujan turun setiap hari.

Leave a Comment