Celer.my.id – Konser Bryan Adams di Jakarta pada 3 Februari 2026 di Bali International Convention Center (BCIC) sukses besar sebagai puncak Roll with the Punches Tour 2026. Tur ini menampilkan lagu-lagu hits klasik seperti “Summer of ’69” dan “Heaven”, plus kolaborasi spesial dengan penyanyi Indonesia Ari Lasso, yang membangun antusiasme global.
Promosi melalui platform seperti FASTicket dan Bandcamp berhasil menarik ribuan penonton, dengan tiket sold out dalam hitungan hari. Harga tiket dimulai dari Rp1.150.000, ditambah promo merchandise limited edition yang laris manis. Strategi marketing termasuk teaser video viral di media sosial dan kerja sama dengan sponsor lokal, yang tingkatkan popularitas musik Indonesia ke panggung internasional.
Acara ini berhasil menarik sekitar 15.000 orang, dengan perkiraan pendapatan Rp50–70 miliar dari penjualan tiket dan merchandise. Capaian ini menunjukkan potensi ekonomi besar bagi industri hiburan lokal, karena konser internasional turut mendorong pergerakan sektor hotel, restoran, dan transportasi.
Prospek ekonomi dinilai positif, terlihat dari meningkatnya pemesanan venue seperti BCIC untuk acara serupa pada 2027. Konser Adams menjadi contoh bagaimana promosi digital dapat mendorong pariwisata, terutama di masa pemulihan pasca-pandemi. Sementara itu, perjalanan tur Adams sejak debut pada 1994 hingga comeback 2017 menunjukkan daya tarik yang kuat bagi penggemar lintas generasi.
Persaingan muncul dari konser lain seperti Dream Theater di Gelora Bung Karno (GBK). Namun, kolaborasi Adams dan Ari Lasso mendapat respons positif dari pasar. Penggemar memuji chemistry keduanya, bahkan membuka peluang kolaborasi lanjutan seperti duet digital di platform streaming untuk meningkatkan keterlibatan audiens.
Konser ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi talenta lokal. Merchandise limited edition laris, sementara sponsor lokal seperti GoTo dan Indomie tingkatkan ROI. Dapat di prediksi event serupa bisa meraih pendapatan di atas Rp100 miliar pada 2027 dan mendorong industri kreatif Indonesia naik kelas.
Respons pasar terhadap kolaborasi Adams-Ari Lasso sangat hangat, dengan rating YouTube naik 200%. Potensi duet digital untuk Spotify/TikTok bisa jadi hit global, tarik investasi asing. Hal ini menunjukkan kuatnya kolaborasi budaya Indonesia dan Barat.
Di sisi lain, industri hiburan lokal turut merasakan dampak besar, termasuk meningkatnya aktivitas UMKM. Pemesanan venue BCIC tercatat naik 30 persen setelah acara, yang mengindikasikan tren konser hybrid pada 2027. Sosok Bryan Adams dinilai sukses menjadi daya tarik promosi yang membawa musik Indonesia ke panggung internasional.