Celer.my.id – tidak terasa kita sudah memasuki minggu pertama bulan Februari 2026 yang artinya aroma bulan suci Ramadhan semakin dekat menyapa kita semua. Pertanyaan tentang berapa hari lagi kita akan mulai berpuasa kini menjadi topik hangat yang banyak dibicarakan masyarakat di tengah kesibukan persiapan ibadah tahunan ini.
Jika kita menghitung mundur mulai dari hari ini, Sabtu 7 Februari 2026, maka estimasi waktu menuju awal puasa tinggal tersisa sekitar sebelas hingga dua belas hari lagi. Hitungan jari ini tentu menjadi pengingat yang sangat efektif bagi kita untuk segera merampungkan segala kewajiban yang belum tunai sebelum masuk gerbang bulan suci.
Perlu kami sampaikan dengan jelas bahwa seluruh data tanggal dan durasi waktu yang tersaji dalam artikel ini adalah prediksi perhitungan astronomi mengingat artikel ini ditulis pada tanggal 7 Februari 2026. Kami sangat menyarankan Anda untuk tetap memantau pengumuman resmi dari pemerintah melalui sidang isbat untuk mendapatkan kepastian tanggal yang valid dan sah secara hukum negara.
Berdasarkan maklumat dan perhitungan hisab yang biasa dilakukan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1447 Hijriah kemungkinan besar akan jatuh lebih awal pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan tanggal tersebut didasarkan pada metode wujudul hilal di mana posisi bulan baru dinilai sudah terbentuk di atas ufuk tanpa melihat seberapa tinggi derajatnya.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama bersama Nahdlatul Ulama diprediksi baru akan memulai puasa satu hari setelahnya, yakni pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Potensi perbedaan awal puasa ini muncul karena penggunaan kriteria MABIMS yang mensyaratkan ketinggian hilal minimal tertentu agar bisa diamati dan diverifikasi secara sah.
Keputusan final mengenai awal puasa bagi mayoritas umat Islam di Indonesia baru akan diketok palu secara resmi dalam sidang isbat yang rencananya digelar pada Selasa sore, 17 Februari 2026 mendatang. Sidang penentuan ini akan mengumpulkan laporan faktual dari para petugas pemantau hilal yang tersebar di puluhan titik strategis dari Sabang hingga Merauke.
Meskipun ada potensi perbedaan awal puasa antara Muhammadiyah dan pemerintah tahun ini, semangat kebersamaan dan toleransi harus tetap kita junjung tinggi dalam menyikapi keragaman metode ijtihad ini. Perbedaan selisih satu hari tidak semestinya mengurangi kekhusyukan kita dalam menyambut bulan yang penuh dengan keberkahan dan lipatan pahala yang melimpah ini.
Dengan sisa waktu yang kurang dari dua pekan ini, bagi Anda yang masih memiliki utang puasa atau qadha dari tahun lalu, ini adalah peringatan terakhir untuk segera melunasinya sekarang juga. Jangan sampai kewajiban membayar utang puasa ini terlewat begitu saja karena hukumnya wajib bagi mereka yang mampu sebelum memasuki Ramadhan berikutnya.
Persiapan fisik juga tidak kalah pentingnya, jadi mulailah melatih tubuh dengan mengurangi konsumsi kafein dan memperbaiki pola tidur agar tidak kaget saat harus bangun sahur nanti. Menjaga kebugaran tubuh sejak sekarang akan sangat membantu kelancaran ibadah kita di hari-hari pertama puasa yang biasanya terasa cukup berat karena proses adaptasi.
Suasana jelang Ramadhan pun kini mulai terasa kental di berbagai pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan yang mulai memajang aneka kurma dan perlengkapan ibadah model terbaru. Antusiasme masyarakat berburu kebutuhan pokok juga mulai terlihat meningkat signifikan sebagai langkah antisipasi kenaikan harga yang biasa terjadi saat bulan puasa tiba.
Selain persiapan logistik, persiapan rohani dengan memperbanyak istighfar dan membaca Al-Qur’an juga sangat dianjurkan untuk membersihkan hati sebelum masuk ke bulan tarbiyah. Kondisi hati yang bersih dan tenang akan membuat ibadah puasa kita terasa lebih ringan dan bermakna dalam mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Bagi Anda yang membutuhkan jadwal imsakiyah sementara untuk wilayah tempat tinggal masing-masing, saat ini sudah banyak aplikasi muslim atau situs resmi ormas yang menyediakan unduhan jadwal digital. Memiliki jadwal imsakiyah lebih awal akan sangat membantu Anda dalam merencanakan menu sahur dan berbuka puasa bersama keluarga tercinta di rumah.
Semoga hitungan mundur yang semakin singkat ini bisa memacu semangat kita semua untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menyambut tamu agung Ramadhan 1447 Hijriah. Mari kita manfaatkan sisa hari di bulan Sya’ban ini untuk memperbanyak doa agar kita semua disampaikan umur dan kesehatan untuk bertemu bulan suci.