Celer.my.id – Insiden jebolnya pipa transmisi utama milik Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Giri Nata Kota Cirebon di kawasan Plangon, Kecamatan Sumber, menyebabkan gangguan besar sejak Rabu malam (4/2/2026). Semburan air bertekanan tinggi dari pipa yang pecah sempat mengubah ruas jalan raya menjadi seperti aliran sungai yang deras.
Kebocoran pertama kali terdeteksi pada Rabu malam, 4 Februari 2026, sekitar pukul 21.55 WIB. Pipa jenis Ductile Cast Iron Pipe (DCIP) berdiameter 600 mm tersebut pecah secara tiba-tiba.
Aliran air yang sangat deras meluap ke badan jalan di wilayah Plangon, Kelurahan Babakan. Selain menggenangi jalan, semburan air juga merusak lapisan aspal hingga menyebabkan lubang besar yang membahayakan pengendara.
Diperkirakan debit air yang terbuang mencapai 700 hingga 800 liter per detik sebelum akhirnya petugas melakukan penutupan aliran untuk perbaikan.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, Sofyan Satari, mengonfirmasi bahwa insiden ini berdampak langsung pada pasokan air bersih bagi warga kota.
30.000 Pelanggan Terdampak: Sekitar 50% dari total pelanggan di Kota Cirebon mengalami mati air atau penurunan tekanan secara drastis.
Kawasan yang paling merasakan dampak di antaranya adalah Kecamatan Harjamukti (Katiasa), Kesambi (Drajat), dan sebagian wilayah pesisir.
Kerusakan diduga dipicu oleh usia pipa (pengadaan tahun 1978/1980) yang dikombinasikan dengan kondisi tanah yang becek, serta beban kendaraan berat di atasnya.
Hingga Jumat (6/2/2026), tim teknis masih terus berupaya melakukan perbaikan di lokasi. Pihak PDAM menargetkan normalisasi distribusi air akan memakan waktu sekitar satu hingga dua hari tergantung kondisi cuaca.
Sebagai solusi darurat, PDAM telah mengerahkan unit mobil tangki bantuan untuk menyuplai air bersih ke pemukiman warga yang terdampak paling parah. Warga dihimbau untuk sementara waktu menghemat penggunaan air selama proses pemulihan berlangsung.
Di saat yang bersamaan, Cirebon juga menghadapi ancaman banjir musiman akibat luapan sungai. Pada Kamis malam (5/2/2026), Perumahan Griya Nuansa Dawuan di Kecamatan Tengah Tani sempat terendam banjir setinggi 70-100 cm akibat luapan Sungai Cipager.