Celer.my.id – Pemerintah Indonesia mulai melakukan berbagai persiapan menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 M yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan Februari 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman sekaligus menjaga kelancaran aktivitas nasional.
Kementerian Agama menegaskan bahwa penetapan awal Ramadan 2026 belum bersifat final karena masih menunggu hasil Sidang Isbat. Sidang tersebut akan mempertimbangkan metode hisab dan rukyat yang selama ini menjadi dasar penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia.
Seiring mendekatnya Ramadan, pemerintah pusat dan daerah mulai menyiapkan penyesuaian jam kerja aparatur sipil negara atau ASN. Penyesuaian ini bertujuan agar pegawai tetap produktif tanpa mengabaikan kewajiban ibadah selama bulan puasa.
Di sektor pendidikan, sekolah dan madrasah diperkirakan akan menyesuaikan jadwal belajar mengajar. Pengaturan ini biasanya berupa pengurangan durasi belajar serta penambahan kegiatan keagamaan selama Ramadan.
Selain pengaturan aktivitas kerja dan pendidikan, pemerintah juga meningkatkan perhatian terhadap stabilitas harga bahan pokok. Kementerian Perdagangan memastikan pasokan pangan strategis tetap aman untuk mengantisipasi peningkatan permintaan masyarakat menjelang Ramadan.
Pengawasan distribusi barang kebutuhan pokok dilakukan bersama pemerintah daerah dan aparat terkait. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kelangkaan serta lonjakan harga yang tidak wajar di pasar tradisional maupun modern.
Di bidang keamanan, kepolisian mulai menyiapkan langkah pengamanan di pusat keramaian seperti pasar, terminal, dan tempat ibadah. Pengaturan lalu lintas juga disiapkan guna menjaga ketertiban masyarakat selama aktivitas Ramadan berlangsung.
Pemerintah daerah diminta aktif berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan layanan publik tetap berjalan optimal. Fasilitas umum seperti transportasi dan pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian utama selama bulan puasa.
Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi terkait awal Ramadan dari Kementerian Agama. Pemerintah mengingatkan agar publik tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan Ramadan 2026 dapat berjalan tertib dan kondusif. Bulan suci ini diharapkan menjadi momentum peningkatan ibadah sekaligus penguatan solidaritas sosial di seluruh Indonesia.