Celer.my.id – Industri otomotif Indonesia mencatatkan rekor baru dalam transisi energi hijau pada kuartal pertama tahun 2026 ini. Data menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik (EV) terus merangkak naik secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kementerian Perindustrian melaporkan adanya kenaikan penjualan unit kendaraan listrik sebesar 45% pada periode Januari hingga Februari. Dukungan infrastruktur yang makin merata di berbagai kota besar menjadi faktor utama pendorong keputusan konsumen beralih dari bensin.
Total unit yang terdistribusi ke tangan konsumen mencapai angka 32.500 unit hanya dalam kurun waktu dua bulan saja. Angka ini mencakup kategori mobil penumpang, kendaraan komersial ringan, hingga sepeda motor listrik yang mendominasi pasar.
Pemerintah juga memberikan insentif pajak yang lebih kompetitif guna menekan harga jual di tingkat dealer resmi. Kebijakan ini berhasil menarik perhatian para pengguna kendaraan konvensional yang mulai merasa terbebani oleh fluktuasi harga bahan bakar fosil.
Selain faktor ekonomi, kesadaran akan kelestarian lingkungan hidup menjadi motivasi tambahan bagi generasi muda dalam memilih transportasi. Produsen otomotif kini berlomba-lomba menghadirkan varian baterai dengan daya tempuh yang jauh lebih lama dan stabil.
Investasi pada stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) kini telah menjangkau wilayah pelosok hingga ke area trans-Jawa. Ekspansi infrastruktur tersebut memberikan rasa aman bagi pengemudi untuk melakukan perjalanan jarak jauh tanpa khawatir kehabisan daya.
Para analis memprediksi bahwa tren positif ini akan terus bertahan hingga akhir tahun fiskal mendatang. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesiapan industri manufaktur menjadi kunci utama dalam mempercepat ekosistem kendaraan listrik nasional.