Celer.my.id – Gedung British American Tobacco (BAT) yang berdiri megah di sudut Jalan Pasuketan, Cirebon, kini telah bertransformasi menjadi salah satu ikon wisata sejarah yang paling diminati.
Bangunan peninggalan kolonial ini tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan rekam jejak panjang industri tembakau yang pernah berjaya di pesisir utara Jawa.
Sejarah mencatat bahwa gedung ini dibangun sekitar tahun 1924, menjadikannya salah satu saksi bisu perkembangan ekonomi kota Cirebon sejak era Hindia Belanda. Pada masa keemasannya, pabrik ini merupakan pusat produksi rokok putih yang sangat sibuk dan menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
Arsitektur gedung ini mengusung gaya Art Deco yang sangat populer pada tahun 1920-an, memberikan kesan kokoh sekaligus elegan di tengah hiruk-pikuk kota pelabuhan.
Desain bangunan ini sering dikaitkan dengan biro arsitek FD Cuypers & Hulswit, meskipun atribusi spesifik arsiteknya masih sering menjadi bahan diskusi para sejarawan.
Ciri khas bangunan terlihat jelas pada banyaknya bukaan jendela lebar dan ornamen geometris yang dirancang untuk memaksimalkan sirkulasi udara di dalam pabrik. Estetika visual ini tetap terjaga hingga sekarang, menjadikan Gedung BAT sangat kontras namun harmonis dengan bangunan-bangunan modern di sekitarnya.
Selama puluhan tahun, mesin-mesin di dalam gedung ini tidak henti memproduksi berbagai merek rokok ternama yang didistribusikan ke seluruh nusantara. Namun, dinamika industri dan regulasi membuat aktivitas produksi di lokasi bersejarah ini perlahan mulai dikurangi demi efisiensi operasional perusahaan.
Puncaknya terjadi sekitar tahun 2010, ketika kegiatan produksi rokok di gedung ini resmi dihentikan sepenuhnya dan dipindahkan ke pabrik lain yang lebih modern. Penghentian operasional ini sempat menimbulkan kekhawatiran akan nasib bangunan tua tersebut, mengingat banyaknya gedung bersejarah yang terbengkalai setelah tidak lagi difungsikan.
Kabar baiknya, kepemilikan dan pengelolaan gedung kini berada di bawah naungan PT Bentoel Internasional Investama Tbk yang berkomitmen menjaga kelestarian aset tersebut. Gedung ini dirawat sebagai aset warisan budaya yang memiliki nilai historis tinggi bagi masyarakat Cirebon.
Pemerintah Kota Cirebon pun telah menetapkan Gedung BAT sebagai Benda Cagar Budaya, sehingga keaslian bentuk dan strukturnya dilindungi oleh undang-undang. Langkah pelestarian ini sangat krusial agar generasi muda tetap bisa menyaksikan bukti fisik dari narasi sejarah kota mereka yang kaya.
Kini, fungsi gedung telah bergeser dari ruang produksi industri menjadi ruang publik yang memanjakan mata para wisatawan dan fotografer. Bagian depan gedung yang ikonik seringkali dipenuhi pengunjung yang ingin mengabadikan momen, terutama saat cahaya matahari sore menerpa dinding bangunan.
Kawasan di sekitar Gedung BAT juga mulai hidup kembali dengan munculnya berbagai kafe dan ruang kreatif yang memanfaatkan suasana vintage lingkungan tersebut. Fenomena ini membuktikan bahwa bangunan tua tidak harus selalu berakhir menjadi reruntuhan, tetapi bisa beradaptasi menjadi daya tarik wisata yang bernilai ekonomi.
Bagi warga Cirebon, gedung ini bukan sekadar tumpukan bata dan semen, melainkan simbol ketahanan kota yang terus beradaptasi melintasi berbagai zaman. Melalui upaya konservasi yang tepat, Gedung BAT diharapkan akan terus berdiri kokoh menceritakan kisahnya hingga ratusan tahun ke depan.