Celer.my.id – Universitas Negeri Semarang (UNNES) resmi meluncurkan Agnes AI, asisten cerdas berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu layanan informasi bagi mahasiswa dan masyarakat.
Inovasi ini menjadi bagian dari upaya transformasi digital kampus guna menghadirkan layanan yang lebih cepat, responsif, dan tersedia 24 jam.
Agnes, singkatan dari Artificial Guide on UNNES, dikembangkan oleh Direktorat Sistem Informasi dan Humas UNNES sebagai chatbot yang terintegrasi dengan pusat data kampus.
Teknologi ini memanfaatkan kemampuan Natural Language Processing (NLP) untuk memahami pertanyaan pengguna dan memberikan jawaban secara cepat dan akurat.
Rilis Agnes dinilai sebagai langkah penting oleh pihak kampus untuk memudahkan akses layanan digital. Sistem ini dapat memberikan informasi seputar administrasi kampus, layanan mahasiswa, hingga panduan umum tanpa harus menunggu jam layanan konvensional.
Meski demikian, penggunaan Agnes AI masih terlihat terbatas pada lingkungan internal kampus. Banyak mahasiswa dan masyarakat umum yang belum familiar dengan keberadaan chatbot ini atau cara mengaksesnya.
Agnes dapat diakses melalui laman helpdesk resmi UNNES yang menjadi pusat layanan digital kampus. Fitur ini memberi jawaban instan untuk pertanyaan seputar layanan administrasi, prosedur akademik, hingga panduan operasional kampus yang sering ditanyakan.
Tidak hanya sekadar menjawab pertanyaan umum, Agnes juga dilengkapi fitur lanjutan seperti klarifikasi layanan, opsi pengalihan ke layanan manusia bila diperlukan, serta tempat bagi pengguna memberikan umpan balik terhadap respon yang diterima.
Rektor UNNES, dalam pernyataannya ketika peluncuran, menyebut bahwa Agnes mewakili komitmen kampus dalam menghadirkan layanan berbasis teknologi yang cepat, akurat, dan selalu tersedia.
Kehadiran AI ini dimaksudkan untuk mempercepat pelayanan sekaligus mendukung mobilitas akademik mahasiswa.
Kendati demikian, fakta bahwa Agnes AI masih kurang dikenal di luar lingkungan kampus menunjukkan tantangan dalam adopsi teknologi baru di kalangan civitas akademika dan calon mahasiswa.
Hal ini dapat menjadi fokus kampus untuk memperluas sosialisasi dan edukasi tentang keberadaan serta manfaat teknologi AI ini.
Agnes juga berperan dalam strategi UNNES memperkuat indikator kinerja layanan dan mendorong efisiensi birokrasi. Teknologi ini dinilai menjadi salah satu alat bantu dalam mencapai target layanan publik yang lebih efektif.
Meski masih banyak yang belum mengetahui keberadaan Agnes AI, kehadiran layanan ini menjadi bagian dari perkembangan pemanfaatan AI di dunia pendidikan tinggi. Inovasi seperti ini diharapkan dapat terus berkembang seiring dengan peningkatan literasi digital di lingkungan kampus.
Penulis: Najihatun Fadlliyah