Gen Z dan AI: Dari Alat Belajar hingga Teman Curhat Digital

Celer.my.id – Generasi Z Di Indonesia menjadi salah satu kelompok pengguna teknologi yang sangat adaptif terhadap kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Survei APJII 2025, penetrasi AI dan alat berbasis AI meningkat pesat di kalangan remaja dan dewasa muda, terutama untuk membantu belajar dan akses informasi cepat.

AI seperti chatbot dan asisten digital kini bukan hanya digunakan untuk mencari jawaban pelajaran atau tugas sekolah. Banyak Gen Z menggunakan alat AI untuk menghasilkan ide tulisan, mengecek fakta, dan mendapatkan jawaban cepat untuk pertanyaan akademik yang kompleks.

Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa remaja tidak hanya memakai AI sebagai alat belajar, tetapi juga sebagai medium komunikasi emosional. Dalam survei global Common Sense Media 2026, lebih dari 75 persen remaja melaporkan pernah berbicara dengan AI untuk hiburan, refleksi diri, atau sekadar “curhat ringan.”

Di Indonesia, tren ini mulai terlihat dalam perilaku digital Gen Z yang lebih nyaman menyampaikan perasaan kepada AI saat suasana hati sedang kurang. Menurut laporan Kaspersky Indonesia, 33 % responden Gen Z mengaku berbicara dengan AI ketika merasa kesepian atau stres karena merasa AI tidak menghakimi dan selalu tersedia.

Namun, beberapa ahli psikologi menekankan bahwa AI tidak boleh menggantikan dukungan manusia yang sesungguhnya. Menurut peneliti dari American Psychological Association, ketergantungan berlebihan pada AI untuk kebutuhan emosional bisa berdampak jika tidak didampingi interaksi sosial nyata atau bantuan profesional saat diperlukan.

Selain itu, meskipun AI memudahkan akses informasi dan pembelajaran cepat, para pakar digital menekankan pentingnya literasi AI untuk Gen Z. Mereka harus belajar menggunakan AI secara bijak agar tidak kehilangan kemampuan berpikir kritis atau bergantung terlalu banyak pada teknologi tanpa memahami konteks yang lebih luas.

Di tengah arus ini, Gen Z tetap menjadi kelompok yang paling cepat mengadopsi teknologi baru dan menjadikan AI sebagai bagian integral dari gaya hidup digital mereka.

Perubahan ini menunjukkan bagaimana generasi yang tumbuh bersama internet mampu memanfaatkan kecerdasan buatan bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk menghadapi tantangan emosional dan sosial dalam kehidupan modern.

Penulis: Alya Siti Aisyah

Leave a Comment