Harga Emas Antam Anjlok Rp43 Ribu, Diperdagangkan Sekitar Rp2,9 Juta per Gram

Celer.my.id – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun pada perdagangan hari ini, tercatat mengalami penurunan sekitar Rp43.000 per gram dari hari sebelumnya.

Penurunan ini membuat harga emas Antam dibanderol di kisaran Rp2.904.000 per gram, mencerminkan dinamika pasar logam mulia yang dipengaruhi sejumlah faktor ekonomi.

Pergerakan harga emas Antam pada perdagangan ini mengikuti tren global setelah imbal hasil obligasi dan penguatan mata uang dolar AS memberikan tekanan terhadap emas sebagai aset safe haven. Perubahan kondisi pasar internasional menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tren penurunan.

Selain penguatan dolar, pelaku pasar juga mencermati data ekonomi dan kebijakan moneter yang dirilis akhir-akhir ini. Data tersebut memberikan sinyal bahwa investor mulai mengalihkan alokasi investasi mereka ke instrumen berbasis bunga atau aset berdenominasi dolar.

Melemahnya permintaan emas fisik di beberapa bursa juga turut berkontribusi pada tekanan harga emas Antam. Sementara itu, aktivitas perdagangan emas batangan di dalam negeri cenderung lebih tenang pada periode penurunan harga ini.

Penurunan harga emas Antam turut berimbas pada harga pembelian kembali (buyback) di tempat penjualan resmi. Harga buyback emas Antam hari ini tercatat lebih rendah dibandingkan posisi beberapa hari sebelumnya.

Meski demikian, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi jangka panjang yang banyak dilirik masyarakat. Pergerakan harga harian biasanya menjadi referensi bagi investor yang ingin melakukan pembelian atau pelepasan emas pada waktu yang dianggap tepat.

Investor disarankan memantau perkembangan pasar global serta kurs dolar AS secara berkala sebelum memutuskan transaksi emas. Perubahan sentimen pasar luar negeri sering kali memengaruhi harga emas batangan di dalam negeri, termasuk harga Antam.

Dengan kondisi harga emas Antam yang turun pada perdagangan hari ini, peluang serta risiko investasi logam mulia tetap perlu diperhitungkan dengan cermat. Investor harus memperhatikan tren jangka panjang agar tidak terjebak pada pergerakan harga jangka pendek.

Penulis: Najihatun Fadlliyah

Leave a Comment