Celer.my.id – Pemerintah Kota Cirebon sudah resmi mengumumkan jalur yang bakal dilewati rombongan pawai untuk menyambut bulan suci Ramadan tahun 2026. Aturan rute dari Walikota ini sengaja dibuat supaya acara tahunan yang ramai ini tetap berjalan rapi dan tidak membuat jalanan jadi macet total.
Kalau menengok sejarahnya, pawai ini sebenarnya sudah ada sejak zaman para sultan dulu untuk mengajak rakyat senang menyambut bulan penuh ampunan. Tradisi ini terus dijaga sampai sekarang karena sudah jadi ciri khas yang nempel banget bagi semua orang yang tinggal di Kota Udang.
Tujuan utama dari acara besar ini bukan cuma buat seru-seruan saja, tapi juga untuk mempererat hubungan antar tetangga supaya makin akrab. Semangat ibadah yang dibungkus dengan rasa bahagia ini diharapkan bisa jadi penyemangat warga sebelum mulai puasa selama sebulan penuh nantinya.
Untuk tahun 2026 ini, rombongan pawai akan mulai berkumpul dan berangkat dari depan kantor Balai Kota Cirebon di Jalan Siliwangi. Dari sana, peserta akan berjalan melewati Jalan Kartini yang luas dan bakal mengakhiri perjalanan panjang mereka di Alun-Alun Kejaksan yang sangat ikonik.
Cahaya dari obor dan lampu hias dipastikan bakal bikin suasana malam jadi cantik banget dan bikin siapa saja yang melihatnya merasa kagum. Suara tabuhan musik tradisional dari para pemuda juga bakal bikin suasana makin hangat meski di tengah keramaian orang yang menonton di trotoar.
Ramainya orang yang ikut pawai ini ternyata juga membawa rezeki buat para pedagang kecil yang jualan makanan dan minuman di pinggir rute. Momen setahun sekali ini jadi kesempatan buat warga untuk ngobrol santai sambil menikmati jajanan khas Cirebon yang murah meriah dan enak.
Walikota juga sudah meminta petugas keamanan untuk berjaga di tiap sudut jalan supaya tidak ada keributan dan semua orang merasa aman. Warga yang menonton pun diingatkan untuk tidak buang sampah sembarangan agar kebersihan kota kita tercinta ini tetap terjaga dengan baik selama acara.
Kemeriahan pawai Ramadan ini jadi bukti kalau ajaran agama dan adat istiadat bisa tetap berjalan bareng dengan sangat kompak di zaman sekarang. Mari kita sambut bulan suci ini dengan hati yang riang dan niat yang tulus untuk terus berbagi kebaikan kepada sesama manusia.
Penulis: Abdul Karim