Waspada Lonjakan ‘Super Flu’ H3N2 di Indonesia, Kelompok Anak Jadi yang Terpaling Rentan

Celer.my.id – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sedang memperketat pengawasan terhadap penyebaran varian influenza A(H3N2) subclade K yang populer disebut sebagai “Super Flu”. Virus ini telah terdeteksi di 13 provinsi dengan tingkat penularan yang signifikan dibandingkan flu musiman biasa pada awal tahun 2026.

Berdasarkan data surveilans genomik terbaru, kasus ini didominasi oleh persebaran di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan yang masing-masing menyumbang 24 persen dari total nasional.

Meskipun sempat dilaporkan adanya penurunan pada pertengahan Januari, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat suhu tubuh penderita bisa melonjak drastis hingga 41 derajat Celsius.

Kemenkes mencatat bahwa mayoritas penderita merupakan kelompok usia produktif dan anak-anak, terutama pada rentang usia 0 hingga 4 tahun.

Fenomena “Long Flu” juga menjadi sorotan medis karena pasien cenderung mengalami kelelahan ekstrem (fatigue) dan kabut otak (brain fog) selama satu hingga dua minggu pasca-demam.

Selain Super Flu, Indonesia juga masih menghadapi beban berat penyakit menular lainnya seperti Tuberkulosis yang estimasi kasusnya menembus 1 juta pasien.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa fatalitas penyakit kritis seperti kanker dan infeksi pernapasan memerlukan respons cepat dari fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Masyarakat dihimbau untuk segera melengkapi vaksinasi influenza tahunan dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama saat berada di kerumunan. Penggunaan masker kembali disarankan bagi individu yang mulai merasakan gejala batuk atau nyeri otot hebat guna memutus rantai penularan di lingkungan keluarga.

Penulis: Azhimah Nurfifah Maysa

Leave a Comment