BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa Barat Besok, Simak Wilayah yang Perlu Waspada

Celer.my.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan mengguyur sebagian besar wilayah Jawa Barat pada hari Minggu, 15 Februari 2026.

Kondisi atmosfer yang labil memicu kewaspadaan sehingga masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesehatan keselamatan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Berdasarkan data terbaru, intensitas hujan diperkirakan bervariasi mulai dari skala ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.

Fenomena ini dipicu oleh hangatnya suhu muka laut di perairan sekitar Jawa.

Sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat masuk dalam kategori siaga karena potensi curah hujan yang cukup tinggi dalam waktu singkat.

Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, hingga area Priangan Timur seperti Tasikmalaya dan Ciamis yang diprediksi mengalami hujan sedang hingga lebat.

Suhu udara di wilayah dataran rendah diperkirakan berada pada rentang 23–30 °C, sementara untuk wilayah pegunungan seperti Bandung dan sekitarnya berkisar antara 18–26 °C.

Tingkat kelembaban udara terpantau sangat tinggi, yakni mencapai angka 66 hingga 99 persen, yang memperkuat potensi terjadinya hujan sepanjang hari.

Antisipasi Bencana dan Himbauan Resmi

BMKG juga memberikan peringatan khusus bagi masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai dan lereng perbukitan untuk mewaspadai ancaman banjir serta tanah longsor.

Angin kencang yang mungkin terjadi secara tiba-tiba juga berisiko merobohkan pohon atau papan reklame di area perkotaan.

Pihak berwenang menyarankan warga untuk rutin memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi resmi atau kanal informasi pemerintah sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Pastikan saluran drainase di sekitar lingkungan rumah bersih dari sumbatan sampah guna meminimalisir risiko genangan air saat hujan deras tiba.

“Masyarakat dihimbau untuk tidak berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat terjadi angin kencang dan petir guna menghindari risiko kecelakaan fisik.” — Pusdalops BPBD Jabar.

Penulis: Azhimah Nurfifah Maysa

Leave a Comment