Celer.my.id – Berolahraga saat menjalani puasa Ramadan tetap dianjurkan agar tubuh tetap sehat dan bugar selama beraktivitas.
Namun, umat Islam perlu memperhatikan waktu olahraga supaya tidak mengganggu kondisi tubuh saat berpuasa.
Dokter dan pakar kesehatan Di Indonesia menyebut bahwa memilih waktu yang tepat sangat penting agar olahraga tidak membuat tubuh lemas atau dehidrasi.
Jika dilakukan dengan benar, olahraga justru bisa membantu menjaga stamina selama Ramadan.
Salah satu waktu yang dianggap paling aman untuk berolahraga adalah setelah sahur.
Di waktu ini, tubuh masih memiliki energi dan cairan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelum imsak.
Olahraga setelah sahur sebaiknya dilakukan dengan intensitas ringan sampai sedang.
Aktivitas seperti jalan santai atau stretching cukup efektif tanpa menguras tenaga berlebihan.
Waktu lain yang juga sering disarankan adalah menjelang berbuka puasa, sekitar 30 sampai 60 menit sebelum adzan Maghrib.
Keuntungan olahraga di waktu ini adalah tubuh bisa langsung mendapat asupan makanan dan minuman setelah selesai berolahraga.
Meski begitu, olahraga menjelang berbuka tetap harus disesuaikan dengan kemampuan tubuh masing-masing.
Jika merasa pusing atau terlalu lelah, sebaiknya segera menghentikan aktivitas.
Selain itu, olahraga juga bisa dilakukan setelah berbuka puasa atau setelah salat Tarawih.
Pada waktu ini, tubuh sudah mendapatkan kembali energi sehingga lebih kuat untuk bergerak.
Namun, olahraga pada malam hari sebaiknya tidak terlalu larut agar tidak mengganggu waktu istirahat.
Tidur yang cukup tetap dibutuhkan supaya tubuh bisa pulih dan siap menjalani puasa keesokan harinya.
Dokter menyarankan untuk menghindari olahraga berat seperti angkat beban berlebihan atau latihan kardio intens saat puasa.
Jenis olahraga seperti ini berisiko menyebabkan kelelahan dan kekurangan cairan.
Sebaliknya, olahraga ringan seperti yoga, jalan kaki, atau bersepeda santai lebih aman dilakukan selama Ramadan.
Aktivitas tersebut membantu menjaga kebugaran tanpa membuat tubuh kehilangan banyak energi.
Selain waktu dan jenis olahraga, asupan cairan juga perlu diperhatikan dengan baik. Minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka membantu mencegah dehidrasi saat berolahraga.
Pola makan yang seimbang juga berperan penting dalam menjaga stamina selama puasa.
Konsumsi makanan bergizi dapat membantu tubuh tetap kuat meski aktivitas fisik tetap berjalan.
Dengan memilih waktu olahraga yang tepat dan menyesuaikan intensitasnya, umat Islam tetap bisa hidup aktif selama Ramadan.
Tubuh yang sehat dan bugar akan membantu menjalani puasa dan ibadah dengan lebih nyaman.
Penulis: Alya Siti Aisyah