Celer.my.id – Stadion kebanggaan warga Catalan menjadi saksi bisu saat Benfica berhasil mencuri kemenangan dramatis 1-2 atas tuan rumah Barcelona.
Hasil ini mengejutkan ribuan Cules yang hadir, mengingat Blaugrana sebenarnya tampil sangat dominan sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit.
Barcelona sempat memimpin terlebih dahulu lewat gol cantik yang dicetak oleh Robert Lewandowski pada menit ke-25 pertandingan.
Penyerang asal Polandia tersebut berhasil memanfaatkan umpan terukur dari Lamine Yamal sebelum melepaskan tembakan melengkung ke pojok gawang Benfica.
Keunggulan satu gol tersebut membuat kepercayaan diri skuad asuhan Hansi Flick meningkat pesat di sisa babak pertama.
Sayangnya, dominasi penguasaan bola yang mencapai 65 persen gagal dikonversi menjadi gol tambahan akibat penyelesaian akhir yang terburu-buru.
Memasuki babak kedua, Benfica mulai berani keluar menyerang dan menekan garis pertahanan tinggi yang diterapkan oleh Barcelona.
Petaka bagi tuan rumah datang di menit ke-58 ketika Vangelis Pavlidis berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sundulan tajam.
Gol penyeimbang tersebut seolah meruntuhkan mentalitas bermain para penggawa Barcelona yang mulai sering melakukan kesalahan umpan sendiri.
Benfica yang melihat celah tersebut langsung meningkatkan intensitas serangan balik mereka dengan mengandalkan kecepatan para pemain sayap yang sangat lincah.
Keajaiban bagi tim tamu benar-benar terjadi pada menit ke-82 lewat aksi individu gemilang dari gelandang serang mereka, Orkun Kökçü.
Pemain bernomor punggung sepuluh itu melepaskan tendangan jarak jauh yang gagal diantisipasi dengan baik oleh penjaga gawang Barcelona malam itu.
Skor 1-2 bertahan hingga laga usai, membuat para pemain Benfica berlarian ke tengah lapangan merayakan kemenangan heroik mereka.
Sementara itu, Barcelona tampak tertunduk lesu karena gagal mengamankan poin penuh di kandang sendiri meskipun sempat memimpin jalannya laga.
Hansi Flick terlihat sangat kecewa di pinggir lapangan saat melihat timnya kesulitan membongkar pertahanan rapat Benfica di sepuluh menit terakhir.
Evaluasi besar-besaran diprediksi akan dilakukan karena lini belakang Barca terlihat sangat rapuh saat menghadapi serangan balik cepat lawan.
Kekalahan ini menjadi sinyal waspada bagi Barcelona agar tidak memandang remeh tim-tim dari luar liga top Eropa lainnya.
Konsistensi permainan selama 90 menit penuh menjadi tugas utama yang harus segera diselesaikan oleh jajaran pelatih Blaugrana.
Bagi Benfica, tiga poin dari kandang Barcelona ini menjadi modal yang sangat berharga untuk menatap fase kompetisi selanjutnya.
Mereka sukses membuktikan bahwa kolektivitas tim dan disiplin taktik mampu menumbangkan deretan pemain bintang dunia milik raksasa Spanyol.