Celer.my.id – Sejumlah tokoh adat dari berbagai wilayah di Papua menyuarakan seruan “Stop Ganggu Papua”.
Seruan ini disampaikan sebagai bentuk kecaman atas aksi penembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Para tokoh adat menilai tindakan kekerasan tersebut meresahkan masyarakat.
Insiden penembakan disebut telah mengganggu rasa aman warga di sejumlah daerah.
Dalam pernyataan bersama, tokoh adat meminta agar aksi kekerasan segera dihentikan.
Mereka menegaskan Papua membutuhkan kedamaian, bukan konflik berkepanjangan.
Menurut mereka, masyarakat adat menjadi pihak yang paling terdampak.
Aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik ikut terganggu akibat situasi yang tidak kondusif.
Seruan “Stop Ganggu Papua” juga ditujukan kepada semua pihak agar tidak memperkeruh keadaan.
Tokoh adat mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan ketertiban.
Mereka menilai stabilitas keamanan sangat penting bagi pembangunan di Papua.
Tanpa kondisi aman, berbagai program kesejahteraan sulit berjalan maksimal.
Tokoh adat juga meminta aparat keamanan bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Namun, mereka tetap menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menjaga keamanan.
Dialog dan komunikasi dinilai menjadi jalan yang lebih baik untuk menyelesaikan persoalan.
Pendekatan kekerasan hanya akan menambah luka dan memperpanjang konflik.
Para tokoh adat berharap generasi muda Papua tidak terpengaruh ajakan melakukan kekerasan.
Mereka mengajak anak-anak muda fokus pada pendidikan dan masa depan.
Seruan ini mendapat dukungan dari berbagai lapisan masyarakat.
Warga berharap situasi keamanan di Papua bisa kembali stabil dalam waktu dekat.
Aksi penembakan oleh KKB dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai adat Papua.
Budaya Papua dikenal menjunjung tinggi musyawarah dan kebersamaan.
Tokoh adat menegaskan bahwa tanah Papua adalah rumah bersama.
Karena itu, menjaga kedamaian menjadi tanggung jawab seluruh pihak.
Mereka berharap pemerintah pusat dan daerah terus bersinergi menjaga keamanan.
Kolaborasi dinilai penting agar Papua bisa berkembang lebih baik.
Dengan seruan “Stop Ganggu Papua”, tokoh adat ingin menyampaikan pesan tegas bahwa masyarakat menginginkan kedamaian.
Papua yang aman dan damai diyakini menjadi kunci untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Penulis: Nabila Larasati