Celer.my.id – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan meluncurkan abu vulkanik pada Rabu (18/2/2026) pagi.
Letusan yang terjadi pukul 10.53 WIB ini memaksa pihak berwenang mengeluarkan peringatan agar warga menjauhi radius 3 kilometer dari kawah.
Hujan abu dilaporkan menyebar hingga ke wilayah Kabupaten Tanah Datar dan sekitarnya mengikuti arah angin.
Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat tetap waspada meskipun status gunung masih berada pada Level II.
Di sisi lain, pemerintah pusat tengah memberikan perhatian serius terhadap proses rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat bencana sebelumnya.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa terdapat 29 desa yang hilang akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor.
Data terbaru menunjukkan masih ada sekitar 12.994 warga yang terpaksa bertahan di tenda-tenda pengungsian karena kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah menargetkan pembangunan hunian sementara dapat rampung sebelum memasuki momen Idulfitri tahun ini agar warga lebih nyaman.
Selain masalah bencana alam, dinamika ekonomi di wilayah Sumatera Utara juga mulai memanas menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Harga daging sapi di pasar-pasar tradisional di Medan terpantau melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp 150.000 per kilogram.
Kenaikan harga ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat yang ingin melakukan tradisi makan bersama keluarga sebelum puasa dimulai.
Para pedagang memprediksi harga rata rata pangan lainnya juga akan terus merangkak naik dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi cuaca di sebagian besar provinsi di Pulau Sumatera hari ini diprediksi akan didominasi oleh hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
BMKG mengimbau warga di daerah rawan banjir untuk tetap siaga mengantisipasi potensi genangan air akibat curah hujan yang tidak menentu.
Meski cuaca kurang bersahabat, geliat ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan memanfaatkan peluang usaha musiman seperti penjualan perlengkapan hujan.
Solidaritas para warga juga terus terlihat melalui aksi bantuan sosial yang mengalir ke posko-posko pengungsian di daerah terdampak.
Penulis: Azhimah Nurfifah Maysa