Celer.my.id – Selama bulan ramadan, umat muslim dianjurkan menunaikan puasa dengan memperhatikan adab berbuka yang benar sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.
Salah satu sunnah yang sering dilakukan adalah berbuka puasa dengan makan kurma terlebih dahulu sebelum makanan lainnya.
Menurut hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, Rasulullah SAW biasa berbuka puasa dengan kurma segar atau kering berjumlah ganjil sebelum salat maghrib tiba.
Jika tidak tersedia kurma, beliau menganjurkan berbuka dengan minum air putih karena itu juga termasuk makanan yang bersih dan menyehatkan.
Alasan utama sunnah ini bukan hanya karena tradisi, tetapi juga karena kurma mengandung nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tubuh setelah seharian berpuasa.
Buah kurma kaya akan gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang mudah diserap tubuh sehingga energi yang hilang bisa pulih lebih cepat.
Selain itu, kurma juga memiliki kandungan serat yang baik untuk sistem pencernaan sehingga makanan setelah berbuka lebih mudah dicerna tanpa membuat perut “kaget.”.
Mineral penting lain seperti kalium dan magnesium dalam kurma juga membantu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.
Para ulama dan ahli kesehatan menjelaskan bahwa mengonsumsi kurma saat berbuka bisa menjadi langkah yang sehat sekaligus spiritual karena mengikuti contoh Nabi Muhammad SAW.
Kebiasaan ini membantu tubuh kembali bertenaga secara alami dan mengurangi risiko merasa lemas setelah berpuasa.
Di banyak rumah dan masjid, buah kurma selalu hadir setiap waktu berbuka sebagai tanda bahwa ramadan adalah bulan penuh berkah dan doa.
Hadis juga menyampaikan bahwa berbuka dengan kurma membawa keberkahan karena mengikuti sunnah Nabi, bukan sekadar kebiasaan biasa.
Meski terkadang harga kurma naik saat ramadan, banyak keluarga tetap memilih kurma sebagai menu berbuka karena makna spiritualnya selain manfaat kesehatannya.
Dengan memulai berbuka dari kurma, tubuh menerima asupan yang ringan dan bermanfaat sebelum dilanjutkan dengan makanan utama.
Para ahli menyarankan agar umat muslim tidak langsung makan berat setelah waktu maghrib, tetapi memulai berbuka dengan kurma dan air agar metabolisme tubuh beradaptasi dengan lebih baik setelah puasa panjang.
Cara ini juga membantu mengatur pola makan sepanjang malam sehingga puasa tetap sehat dan tidak memberatkan tubuh.
Dengan demikian, sunnah makan kurma saat berbuka puasa tidak hanya sebuah kebiasaan turun-temurun, tetapi juga pengingat akan nilai ibadah, kesehatan, dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Ramadan menjadi momen untuk menguatkan hubungan dengan tuhan sekaligus menjaga tubuh tetap sehat.
Penulis: Alya Siti Aisyah