Celer.my.id – Memasuki bulan Ramadan, umat Muslim disibukkan dengan ibadah puasa setiap harinya dari subuh hingga maghrib.
Untuk menjalaninya dengan lancar dan bertenaga, kebutuhan nutrisi saat sahur menjadi faktor penting agar tubuh tetap kuat menjalani aktivitas sepanjang hari.
Menurut dokter, sahur yang sehat bukan hanya tentang waktu makan, tetapi juga tentang kualitas makanan yang dikonsumsi.
Pemilihan makanan yang tepat pada sahur dapat membantu menjaga energi tetap stabil, mengurangi rasa lapar berlebih, dan menghindari dehidrasi.
Salah satu prinsip penting dalam sahur sehat adalah mengonsumsi makanan yang tinggi serat dan protein. Sumber serat seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian membantu memperlambat proses pencernaan sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama.
Protein juga memegang peranan penting dalam menjaga massa otot dan memberi energi yang bertahan lebih lama.
Pilihan sumber protein yang baik di antaranya telur, ikan, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan. Mengombinasikan protein dengan karbohidrat kompleks dapat memberi energi berkelanjutan sepanjang hari.
Dokter menekankan pentingnya minum cukup cairan saat sahur. Dehidrasi selama puasa dapat membuat tubuh cepat lemas, terutama pada cuaca panas atau aktivitas berat.
Disarankan untuk mengonsumsi setidaknya 2-2,5 liter air antara sahur hingga berbuka.
Hindari minuman berkafein saat sahur seperti kopi atau teh pekat karena sifat diuretiknya dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan mempercepat kehilangan cairan tubuh.
Pilihlah air putih, air mineral, atau infusion water buah sebagai alternatif yang lebih sehat.
Kamu juga perlu memperhatikan porsi makanan saat sahur. Tidak dianjurkan makan berlebihan karena tubuh akan memproses makanan berlebih sebagai cadangan energi dan lemak, namun tetap perlu pemenuhan nutrisi yang seimbang.
Contoh menu sahur yang direkomendasikan ahli meliputi nasi merah dengan ayam panggang dan sayuran, smoothies buah dengan yoghurt dan chia seed, atau roti gandum dengan telur rebus dan alpukat.
Kombinasi ini membantu menjaga rasa kenyang lebih lama sekaligus menyediakan vitamin dan mineral penting.
Tak hanya makanan utama, buah-buahan yang kaya air seperti semangka, melon, atau jeruk juga dianjurkan untuk dikonsumsi saat sahur.
Kandungan air dan vitamin pada buah ini membantu menjaga hidrasi dan memperlancar pencernaan.
Mengonsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian seperti almond atau chia seed memberi asupan lemak sehat dan protein nabati.
Lemak sehat dari bahan ini juga memperlambat penyerapan energi sehingga membantu mempertahankan kekuatan tubuh saat berpuasa.
Dokter juga menyarankan agar sahur jangan dilakukan mepet waktu imsak.
Memberi jeda beberapa menit sebelum waktu puasa dimulai membantu sistem pencernaan dan memberi waktu tubuh menyerap nutrisi secara optimal.
Tetaplah aktif secara fisik dengan aktivitas ringan seperti berjalan santai atau peregangan tubuh setelah sahur dapat membantu sirkulasi dan mengurangi rasa kantuk di pagi hari.
Hindari aktivitas berat sebelum waktu berbuka agar energi tetap terjaga.
Kesadaran akan pentingnya pola makan yang benar saat sahur dapat membantu umat Muslim menjalani puasa dengan lebih nyaman, stabil, dan jauh dari risiko gangguan kesehatan.
Menjaga kebutuhan cairan, nutrisi seimbang, dan kebiasaan makan yang baik adalah kunci agar puasa tidak sekadar menahan lapar, tetapi juga tetap produktif dan sehat.
Penulis: Najihatun Fadlliyah