Celer.my.id – Grup vokal wanita asal Indonesia, NO NA, kini tengah menjadi sorotan utama di industri musik internasional setelah sukses menembus pasar global.
Berada di bawah naungan label raksasa 88rising, grup ini membuktikan bahwa talenta lokal mampu bersaing dengan standar musik dunia.
Grup berbakat ini terdiri dari empat personel perempuan asli Indonesia, yakni Baila Fauri, Esther Geraldine, Christy Gardena, dan Shazfa Adesya.
Masing-masing anggota membawa latar belakang kuat, mulai dari alumni ajang pencarian bakat hingga penari profesional berprestasi internasional.
Nama “NO NA” sendiri diambil dari kata “Nona” dalam bahasa Indonesia yang mencerminkan identitas perempuan muda Nusantara yang sopan namun berdaya.
Identitas lokal ini tetap dipertahankan dengan kuat melalui visual dan sentuhan musik yang mereka tawarkan kepada pendengar global.
Sejak melakukan debut resmi pada 2 Mei 2025 lewat lagu “Shoot”, NO NA langsung mencuri perhatian luas di berbagai platform musik digital.
Lagu tersebut berhasil memadukan irama R&B modern dengan elemen tradisional yang terasa segar dan unik bagi telinga pendengar internasional.
Langkah berani mereka berlanjut saat tampil di panggung bergengsi festival Head In The Clouds (HITC) Los Angeles pada Juni 2025 lalu.
Penampilan tersebut menjadi pembuktian kualitas vokal dan koreografi tajam mereka di hadapan ribuan penonton dari berbagai belahan dunia.
Data terbaru menunjukkan bahwa popularitas grup ini kian melesat tajam seiring masuknya nama NO NA dalam daftar “The NME 100: Essential Emerging Artists 2026”.
Pengakuan dari media musik ternama Inggris tersebut menempatkan mereka sebagai salah satu pendatang baru yang paling berpengaruh tahun ini.
Memasuki awal tahun 2026, NO NA kembali menggebrak lewat perilisan lagu berjudul “Work” yang kental dengan nuansa ritme perkusi khas Indonesia.
Lagu ini sukses mendapatkan jutaan pemutaran di Spotify dan menjadi viral di media sosial karena tantangan koreografinya yang enerjik.
Baru-baru ini, grup tersebut juga telah meluncurkan teaser untuk single terbaru bertajuk “Rollerblade” yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat.
Penggemar menantikan sentuhan eksperimental lainnya yang memadukan bahasa Indonesia dan Inggris dalam lirik yang mereka ciptakan sendiri.
Dukungan untuk NO NA kini tidak hanya mengalir deras dari netizen Indonesia, tetapi juga dari penggemar di kawasan Asia Tenggara hingga Amerika Serikat.
Mereka dianggap sebagai representasi “SEAblings” yang berhasil mendobrak dominasi industri musik Barat dan K-Pop di panggung dunia.
Kehadiran NO NA menjadi bukti nyata bahwa akar budaya lokal jika dikemas dengan standar produksi global akan menghasilkan karya yang luar biasa.
Masa depan musik Indonesia di kancah internasional kini tampak semakin cerah berkat dedikasi dan kualitas yang mereka tunjukkan secara konsisten.
Penulis: Azhimah Nurfifah Maysa