Celer.my.id – Menjalankan makan sahur merupakan anjuran agama yang memiliki dimensi spiritual sekaligus kesehatan bagi setiap orang yang berpuasa.
Aktivitas ini sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW karena terdapat rahasia keberkahan yang dapat memperkuat kondisi fisik dan batin selama menjalankan ibadah.
Keutamaan ini ditegaskan dalam sebuah hadits sahih yang menjadi landasan utama bagi umat Islam dalam mengejar pahala di waktu dini hari.
Berikut adalah kutipan hadits mengenai perintah sahur yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Anas bin Malik RA:
Hadits Perintah Sahur:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً
(‘An Anasibni Mâlikin radliyallâhu ‘anhu qâla: Qâlan nabiyyu shallallâhu ‘alaihi wasallama: Tasahharû fa inna fis suhûri barakatan)
Artinya: “Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda: Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan.”
Rasulullah SAW sendiri kerap memanjatkan doa khusus saat menyantap hidangan sahur agar makanan tersebut menjadi berkah.
Berdasarkan riwayat Imam An-Nasa’i, beliau membaca doa berikut sebagai bentuk syukur kepada Sang Pencipta:
Doa Sahur Rasulullah SAW:
يَرْحَمُ اللهُ المُتَسَحِّرِيْنَ
(Yarhamullâhul mutasahhirîn)
Artinya: “Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi orang-orang yang bersahur.”
Doa ini dibaca di waktu sahur. Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitabnya menjelaskan bahwa keberkahan sahur meliputi aspek duniawi berupa kekuatan fisik dan aspek ukhrawi berupa pahala ketaatan. Oleh karena itu, para ulama sangat menyarankan agar sahur dilakukan meskipun hanya dengan meminum seteguk air demi mengejar keutamaan sunnah. Berikut doa Ketika Menyantap Sahur:
- Doa sebelum makan (dibaca saat sahur):
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan lindungilah kami dari siksa neraka.”
- Doa setelah makan (dibaca usai sahur):
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk orang-orang Muslim.”
Waktu terbaik untuk melaksanakan sahur adalah dengan mengakhirkannya hingga mendekati waktu fajar atau masuknya waktu subuh.
Hal ini bertujuan agar cadangan energi di dalam tubuh tidak cepat habis dan jarak waktu menahan lapar tidak menjadi terlalu lama.
Dengan memahami hadits dan doa di atas, diharapkan setiap muslim dapat menjalankan sahur dengan penuh kesadaran akan nilai ibadahnya.
Mari jadikan momentum sahur sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menjaga amanah kesehatan yang telah diberikan-Nya.
Penulis: Abdul Karim