Hal hal yang dilarang saat bulan ramadhan, jangan sampai keliru

Celer.my.id – Bulan Ramadan adalah momen spesial bagi umat Muslim. Selama sebulan penuh, umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.

Tapi sebenarnya, puasa bukan cuma soal tidak makan dan minum. Ada beberapa hal lain yang juga dilarang dan perlu diperhatikan agar puasa tetap sah dan bernilai ibadah.

Yang paling utama tentu saja makan dan minum dengan sengaja di siang hari. Kalau dilakukan dengan sadar, maka puasanya batal dan harus diganti di hari lain. Selain itu, hubungan suami istri di siang hari juga membatalkan puasa.

Begitu juga jika seseorang sengaja muntah atau dengan sengaja mengeluarkan mani. Untuk perempuan yang sedang haid atau nifas, puasa juga tidak diperbolehkan dan wajib diganti setelah Ramadan.

Namun, ada juga hal-hal yang tidak membatalkan puasa, tapi bisa mengurangi pahala. Misalnya berkata kasar, marah berlebihan, bergosip, atau menyebarkan fitnah.

Banyak orang kadang fokus menahan lapar, tapi lupa menjaga ucapan dan sikap. Padahal, inti dari puasa adalah menahan diri secara keseluruhan, termasuk emosi dan perilaku.

Di zaman sekarang, tantangan puasa juga datang dari media sosial. Menyebarkan berita bohong, membuat konten provokatif, atau berdebat tidak sehat saat Ramadan tentu bertentangan dengan semangat bulan suci.

Pemerintah melalui Kementerian Agama juga rutin mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan saling menghormati selama Ramadan.

Di beberapa daerah, ada aturan pembatasan jam operasional tempat hiburan demi menjaga suasana tetap kondusif.

Banyak juga yang bertanya soal suntik, obat, atau infus saat puasa. Secara umum, suntikan yang bukan untuk nutrisi tidak membatalkan puasa.

Namun, infus yang mengandung cairan pengganti makanan bisa membatalkan karena dianggap sama seperti makan dan minum.

Islam juga memberikan keringanan bagi orang sakit, musafir, ibu hamil atau menyusui, serta lansia yang tidak kuat berpuasa.

Mereka boleh tidak berpuasa dan menggantinya di lain waktu atau membayar fidyah sesuai aturan.

Pada akhirnya, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Bulan ini adalah waktu untuk melatih kesabaran, memperbaiki diri, dan menjaga sikap agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Penulis: M. Syifan Juhdi

Leave a Comment