Celer.my.id – Burbacek menjadi salah satu kuliner khas Indramayu yang dikenal dengan cita rasa pedas dan gurih.
Hidangan sederhana ini tetap diburu meski keberadaannya kini mulai jarang ditemukan.
Burbacek terbuat dari potongan ketupat yang disiram kuah rempah pedas. Di atasnya biasanya ditambahkan suwiran ayam serta taburan bawang goreng.
Perpaduan rasa kuah yang kuat dan tekstur ketupat yang lembut membuat makanan ini terasa khas. Sensasi pedasnya juga menjadi daya tarik utama bagi pecinta kuliner tradisional.
Hidangan ini banyak dijajakan di pasar tradisional dan warung kaki lima. Beberapa penjual bahkan sudah berjualan burbacek selama puluhan tahun.
Harga burbacek tergolong ramah di kantong. Satu porsi biasanya dijual sekitar Rp10.000 sehingga bisa dinikmati berbagai kalangan.
Dengan harga terjangkau, burbacek menjadi pilihan makan siang atau santapan sore yang mengenyangkan. Porsinya cukup pas untuk mengisi perut tanpa terasa berlebihan.
Menurut sejumlah pedagang, resep burbacek diwariskan secara turun-temurun. Bumbu dan racikannya tetap dipertahankan agar cita rasanya tidak berubah.
Namun seiring perkembangan zaman, eksistensi burbacek mulai tergerus. Makanan modern dan tren kuliner kekinian membuat hidangan tradisional ini kalah populer.
Beberapa warga menyebut burbacek kini tidak semudah dulu ditemukan di setiap sudut Indramayu. Jumlah pedagangnya pun disebut semakin berkurang.
Meski demikian, masih ada generasi muda yang berupaya mempertahankan kuliner ini. Mereka membuka lapak sederhana agar burbacek tetap dikenal masyarakat luas.
Burbacek juga sering menjadi incaran warga saat waktu makan siang. Rasa pedas gurihnya dianggap cocok untuk dinikmati bersama keluarga.
Selain mengenyangkan, burbacek menyimpan nilai sejarah dan budaya lokal. Hidangan ini menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat Indramayu.
Banyak pecinta kuliner berharap burbacek tetap bertahan di tengah gempuran makanan modern. Pelestarian makanan tradisional dinilai penting agar warisan rasa tidak hilang.
Keunikan burbacek bukan hanya pada rasanya, tetapi juga pada kesederhanaannya. Dari bahan sederhana, tercipta hidangan yang meninggalkan kesan mendalam bagi penikmatnya.
Kuliner seperti burbacek membuktikan bahwa cita rasa lokal tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Selama masih ada yang menjaga dan menikmati, warisan ini akan terus hidup.
Penulis: Najihatun Fadlliyah