Celer.my.id – Belanja baju Lebaran di Pasar Tanah Abang tidak hanya soal mencari pakaian, tetapi kini juga jadi ajang tren fashion yang viral di media sosial.
Tren terbaru yang menarik perhatian adalah fenomena gamis “mertua series” hingga apa yang disebut “gamis bini orang”, yang kini diburu pembeli sejak awal Ramadan.
Istilah gamis mertua series muncul karena banyak pembeli mencari gamis yang cocok dipakai ketika berkumpul dengan keluarga besar, termasuk mertua saat hari raya nanti.
Modelnya beragam, mulai dari motif sederhana hingga desain modern yang tetap sopan dan elegan saat dipakai di momen Lebaran.
Tak sekadar tren lokal, tren gamis ini ikut menjamur di platform TikTok yang membuatnya semakin populer dan cepat menyebar.
Beberapa pedagang di Tanah Abang menyebut peningkatan permintaan gamis mulai terjadi sejak beberapa minggu sebelum Ramadan.
Fenomena ini dimanfaatkan oleh pedagang dengan menata etalase khusus gamis viral sehingga pembeli langsung tertarik saat memasuki lorong pasar.
Para pengunjung tidak hanya mencari gamis untuk dipakai sendiri, tetapi juga sebagai hadiah untuk keluarga dan kerabat.
Hal ini membuat penjualan gamis di Tanah Abang semakin tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu alasan tren ini meluas adalah pengaruh konten kreator di TikTok yang membagikan rekomendasi gamis dengan berbagai gaya dan kombinasi.
Video tutorial mix and match gamis untuk acara Lebaran membuat banyak pengguna tertarik datang langsung ke pasar untuk mencoba dan membeli.
Ada pula pembeli yang sengaja datang dari luar Jakarta karena ingin mendapatkan model gamis yang viral tersebut.
Tren “gamis bini orang” sendiri merujuk pada gamis yang dianggap pantas dipakai untuk acara keluarga besar seperti Lebaran, sehingga daya tariknya semakin tinggi di kalangan pencari fashion muslimah.
Beberapa penjual mengaku menyiapkan stok lebih banyak untuk mengantisipasi lonjakan permintaan gamis dengan istilah viral tersebut.
Tren ini juga berdampak pada pelaku usaha kecil di sekitar Tanah Abang yang ikut menjual aksesori dan kombinasi gaya busana muslim lainnya.
Kebiasaan masyarakat berburu gamis sejak awal Ramadan dianggap sebagai bentuk persiapan terbaik agar tidak kehabisan model paling trendi menjelang hari raya.
Walau tren gamis ini dipengaruhi media sosial, para pembeli tetap memprioritaskan kualitas kain, kenyamanan pemakaian, dan harga bersaing ketika memilih produk.
Fenomena gamis viral di Pasar Tanah Abang menunjukkan bagaimana tren fashion bisa tumbuh dan berubah cepat di era digital.
Pedagang berharap tren ini membawa dampak positif jangka panjang bagi usaha mereka di luar musim Lebaran.
Penulis: Najihatun Fadlliyah