Celer.my.id – Langkah Real Madrid di puncak klasemen La Liga baru saja terhenti setelah dipaksa menyerah dengan skor tipis 1-2 oleh Osasuna.
Bermain di Stadion El Sadar yang terkenal angker pada Minggu (22/2/2026) dini hari WIB, skuad asuhan Alvaro Arbeloa gagal membawa pulang poin akibat gol dramatis di penghujung laga.
Tuan rumah membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-38 melalui eksekusi penalti tenang dari Ante Budimir.
Penalti tersebut diberikan wasit setelah kiper Thibaut Courtois dianggap melakukan pelanggaran terhadap Budimir di dalam kotak terlarang.
Real Madrid sebenarnya sempat memberikan harapan bagi para pendukungnya lewat gol penyeimbang yang dicetak oleh Vinicius Junior pada menit ke-73.
Memanfaatkan umpan matang dari Federico Valverde, bintang asal Brasil itu sukses menggetarkan jala gawang Osasuna yang dijaga Sergio Herrera.
Namun, drama sesungguhnya terjadi tepat di menit ke-90 saat seluruh pemain Madrid tampak mulai kehilangan fokus.
Pemain pengganti Raul Garcia muncul sebagai pahlawan Osasuna setelah tembakan kaki kanannya gagal dibendung oleh barisan pertahanan Los Blancos.
Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan karena menghentikan rekor delapan kemenangan beruntun yang sebelumnya sempat dijaga ketat oleh Madrid.
Kini posisi mereka di puncak klasemen dengan raihan 60 poin terancam dikudeta oleh Barcelona yang hanya terpaut dua angka.
Pelatih Alvaro Arbeloa mengakui bahwa timnya kekurangan ketajaman dan kecepatan dalam membongkar pertahanan rapat yang diperagakan tuan rumah.
Ia menekankan perlunya evaluasi cepat mengingat mereka akan segera menghadapi laga hidup mati melawan Benfica di Liga Champions.
Bagi Osasuna, kemenangan ini adalah sejarah baru karena menjadi poin penuh pertama mereka atas Madrid sejak tahun 2011 silam.
Hasil ini sekaligus mendongkrak posisi tim berjuluk Los Rojillos tersebut ke peringkat sembilan klasemen sementara dengan koleksi 33 poin.
Sepanjang laga, lini tengah Madrid yang diisi Camavinga dan Tchouameni tampak kesulitan mengalirkan bola ke arah Kylian Mbappe yang dijaga ketat.
Beberapa peluang emas dari Arda Guler pun hanya melambung tipis di atas mistar gawang tanpa membuahkan hasil nyata.
Atmosfer El Sadar yang sangat intimidatif terbukti kembali menjadi momok bagi tim-tim besar yang datang bertamu ke Pamplona.
Sorak-sorai ribuan pendukung tuan rumah seolah memberikan energi tambahan bagi para pemain Osasuna untuk tampil habis-habisan hingga peluit akhir.
Kekalahan ini menjadi sinyal waspada bagi Real Madrid agar segera membenahi koordinasi lini belakang yang terlihat rapuh di momen krusial.
Perjuangan memperebutkan gelar juara Liga Spanyol musim ini dipastikan bakal semakin memanas di pekan-pekan mendatang.