Celer.my.id – Harga sejumlah bahan pokok di berbagai pasar tradisional terpantau mengalami kenaikan signifikan memasuki pekan keempat Februari 2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai rawit merah menjadi yang paling melonjak hingga menembus angka Rp88.462 per kilogram secara nasional.
Lonjakan harga ini disebut-sebut sebagai dampak dari tingginya intensitas hujan yang mengganggu proses distribusi dari daerah penghasil.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menjelaskan bahwa stok sebenarnya mencukupi, namun cuaca ekstrem membuat pengiriman ke pasar-pasar induk terhambat.
Selain cabai, harga bawang merah juga mulai merangkak naik dan kini rata-rata dijual seharga Rp42.846 per kilogram.
Kenaikan ini dirasakan cukup memberatkan bagi para pedagang eceran yang harus menyesuaikan modal belanja harian mereka.
Penjual telur ayam tidak mau ketinggalan dengan mencatatkan kenaikan harga menjadi Rp31.889 per kilogram pada Minggu ini.
Tekanan permintaan yang meningkat menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menjadi faktor utama pendorong harga protein hewani ini.
Daging sapi murni di tingkat konsumen juga mengalami kenaikan harga ke angka Rp139.667 per kilogram di beberapa wilayah.
Para pedagang memprediksi tren kenaikan ini masih akan berlanjut hingga hari pertama puasa tiba nanti.
Meski demikian, terdapat kabar baik dari sektor pangan pokok di mana harga beras medium mulai menunjukkan tren penurunan.
Saat ini, beras medium tercatat berada di kisaran Rp12.900 per kilogram, turun tipis dibandingkan harga pada pertengahan bulan lalu.
Harga minyak goreng kemasan juga terpantau sedikit melandai di angka Rp19.831 per liter bagi para konsumen.
Penurunan ini memberikan sedikit ruang napas bagi ibu rumah tangga di tengah mahalnya harga bumbu dapur lainnya.
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) berjanji akan terus memantau pergerakan harga melalui operasi pasar secara rutin.
Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas pasokan tetap terjaga sehingga masyarakat bisa beribadah dengan tenang tanpa terbebani biaya hidup.
Warga berharap agar kenaikan harga ini segera berakhir dan kembali normal seperti sedia kala.
Hubungan antara pemerintah dan distributor sangat dinantikan untuk memutus rantai distribusi yang panjang agar harga di tingkat akhir tetap terjangkau.
Penulis: Azhima Nurfifah Maysa