Celer.my.id – Laga pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 mempertemukan duel panas antara PSIM Jogja melawan Bali United di Stadion Sultan Agung, Bantul, malam ini.
Laskar Mataram mengusung misi wajib menang untuk kembali ke jalur positif setelah sempat kehilangan poin penting pada beberapa pertandingan tandang sebelumnya.
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menekankan pentingnya konsentrasi penuh di lini belakang guna meredam serangan sayap cepat milik Serdadu Tridatu yang sangat mematikan.
Sementara itu, Bali United datang dengan skuat pincang menyusul absennya beberapa pilar utama akibat akumulasi kartu kuning dan cedera otot yang belum pulih.
Berikut adalah posisi klasemen terbaru kedua tim sebelum laga pekan ini dimulai:
Posisi PSIM Jogja:
- Peringkat: 7
- Jumlah Main: 21
- Poin: 32
Posisi Bali United:
- Peringkat: 11
- Jumlah Main: 21
- Poin: 28
Statistik menunjukkan bahwa PSIM Jogja memiliki catatan kandang yang cukup solid musim ini berkat dukungan militan dari ribuan suporter setia yang memadati stadion.
Namun, Bali United bukanlah lawan yang mudah karena mereka punya mental juara dan sering mencuri poin di menit-menit akhir pertandingan lewat skema bola mati.
“Kami tahu Bali United punya pemain berkualitas, tapi kami bermain di rumah sendiri dan harus tampil lebih berani,” ujar kapten PSIM saat sesi jumpa pers. Dirinya yakin bahwa kerja sama tim yang lebih rapi bakal menjadi kunci utama untuk membongkar pertahanan lawan yang dikawal oleh pemain-pemain senior berpengalaman.
Kondisi cuaca di Bantul yang diprediksi akan diguyur hujan ringan bisa menjadi tantangan tersendiri bagi kedua kesebelasan dalam mengontrol aliran bola di lapangan.
Hal ini menuntut para pemain untuk lebih cermat dalam melepaskan operan pendek agar tidak mudah dipotong oleh pemain lawan di area zona pertahanan sendiri.
Kemenangan bagi PSIM Jogja akan membuat mereka menggeser posisi tim di atasnya sekaligus memperkecil jarak dengan zona empat besar di klasemen sementara.
Bagi Bali United, hasil tiga poin sangat krusial untuk mengembalikan kepercayaan diri para pemain setelah rentetan hasil buruk yang membuat posisi mereka melorot ke papan tengah.
Antusiasme penonton diprediksi akan sangat tinggi mengingat rivalitas kedua tim yang mulai terbangun sejak pertemuan di babak kualifikasi musim lalu.
Kita lihat saja apakah taktik operan cepat tuan rumah bisa meruntuhkan kokohnya tembok pertahanan tamu atau justru tim lawan yang berhasil membawa pulang kemenangan.
Penulis: Abdul Karim