Benarkah Minum Teh Setelah Makan Aman? Ini Faktanya

Celer.my.id – Banyak orang memiliki kebiasaan minum teh setelah makan, baik untuk membantu mencernakan makanan maupun sekadar menyegarkan mulut.

Namun kebiasaan ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah minum teh setelah makan aman atau justru bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Teh sendiri mengandung antioksidan dan senyawa bermanfaat seperti polifenol yang memberi sejumlah manfaat bagi tubuh.

Namun waktu konsumsi teh bisa memengaruhi bagaimana tubuh menyerap nutrisi dari makanan.

Salah satu kekhawatiran utama adalah teh yang diminum segera setelah makan dapat mengganggu penyerapan zat besi dari makanan, terutama bagi mereka yang rentan terhadap anemia.

Konten tanin dalam teh bisa mengikat zat besi dan menghambat proses penyerapan di usus.

Efek ini paling terlihat pada zat besi yang berasal dari sumber nabati, sedangkan zat besi dari sumber hewani kurang terpengaruh.

Karena itu, bagi yang memiliki risiko kekurangan zat besi dianjurkan memberi jarak waktu antara makan dan minum teh.

Minum teh setelah makan juga dapat memengaruhi pencernaan bagi sebagian orang, terutama mereka yang sensitif terhadap kandungan kafein dalam teh.

Kafein bisa menyebabkan sensasi perut kembung, mulas, atau sensasi tidak nyaman jika dikonsumsi langsung setelah makanan berat.

Bagi orang dengan kondisi lambung sensitif atau gangguan asam lambung, kombinasi teh dan makanan tertentu bisa memicu gejala seperti refluks atau nyeri ulu hati setelah makan.

Meski demikian, penelitian juga menunjukkan bahwa teh memiliki manfaat potensial untuk pencernaan, seperti membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi usus bila dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Waktu terbaik untuk minum teh agar tidak mengganggu penyerapan nutrisi adalah setidaknya 30-60 menit setelah makan.

Jeda ini memberi waktu bagi tubuh menyelesaikan proses pencernaan utama.

Disisi lain, memilih jenis teh yang lebih rendah kafein, seperti teh herbal atau teh hijau ringan, bisa membantu mereka yang sensitif terhadap kafein tetap menikmati minuman ini tanpa efek samping.

Bagi yang minum teh untuk relaksasi usai makan, menjadikan teh sebagai bagian dari kebiasaan sehat tetap mungkin dilakukan dengan memperhatikan waktu konsumsi.

Minum teh secara berlebihan juga tidak dianjurkan karena jumlah tanin dalam jumlah tinggi tetap bisa memicu gangguan penyerapan nutrisi jika dikonsumsi terus-menerus setelah setiap kali makan.

Kesimpulannya, minum teh setelah makan tidak sepenuhnya buruk, tetapi perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan cara konsumsinya.

Mengatur waktu dan jenis teh dapat membantu menjaga manfaatnya tanpa menimbulkan efek yang merugikan.

Penulis: Najihatun Fadlliyah

Leave a Comment