Celer.my.id – Kabar besar datang dari bursa transfer Mobile Legends Professional League Philippines (MPL PH) Season 17. Pemain asal Indonesia, Clayton Kuswanto atau yang lebih dikenal dengan nama Savero, resmi bergabung dengan ONIC Philippines.
Kepindahan ini langsung mencatat sejarah karena Savero menjadi pemain Indonesia pertama yang berkarier di MPL Filipina.
Pengumuman ini disampaikan jelang dimulainya MPL PH Season 17 pada Maret 2026. Kehadiran Savero sebagai pemain impor cukup mengejutkan banyak pihak.
Pasalnya, selama ini tim-tim Filipina dikenal sangat percaya pada talenta lokal mereka dan jarang merekrut pemain dari luar negeri.
Savero sendiri bukan pemain sembarangan. Ia memulai karier profesionalnya dari tim akademi ONIC sebelum akhirnya promosi ke tim utama ONIC Esports di ajang Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL ID).
Berposisi sebagai gold laner, Savero dikenal punya mekanik kuat, positioning rapi, dan konsisten saat team fight. Gaya mainnya yang disiplin membuatnya jadi salah satu andalan tim.
Selama membela ONIC Indonesia, Savero ikut merasakan atmosfer turnamen besar, termasuk tampil di ajang dunia seperti M7 World Championship.
Pengalaman internasional itu menjadi nilai plus saat ia memutuskan mencoba tantangan baru di Filipina.
Di ONIC PH, Savero diproyeksikan untuk memperkuat lini gold lane dan membawa warna permainan berbeda. Manajemen tim berharap sentuhan gaya bermain Indonesia yang agresif dan penuh tekanan bisa membantu meningkatkan performa tim musim ini.
Apalagi, musim sebelumnya ONIC PH belum mencapai hasil maksimal.
Meski begitu, tantangan yang dihadapi Savero tentu tidak mudah. MPL Filipina dikenal dengan tempo permainan cepat dan rotasi agresif.
Ia harus cepat beradaptasi dengan gaya komunikasi tim, strategi drafting, hingga tekanan kompetisi yang tinggi.
Faktor bahasa dan chemistry tim juga akan menjadi hal penting dalam proses adaptasinya.
Kepindahan ini mendapat banyak perhatian dari komunitas esports Asia Tenggara. Banyak yang menilai langkah Savero membuka jalan baru bagi pemain Indonesia untuk menembus liga luar negeri.
Jika ia sukses menunjukkan performa terbaiknya, bukan tidak mungkin akan semakin banyak transfer lintas negara di masa depan.
Transfer Savero bukan sekadar perpindahan pemain, tetapi juga simbol bahwa persaingan dan kolaborasi antarnegara di dunia esports semakin terbuka dan kompetitif.
Penulis: M. Syifan Juhdi