Celer.my.id – Antrean daftar tunggu keberangkatan haji bagi umat Islam di Indonesia masih menjadi realitas yang harus dihadapi oleh para calon jemaah yang mendaftar tahun 2026.
Lama tunggu ini bisa berbeda-beda tergantung provinsi tempat pendaftaran serta jumlah kuota yang tersedia setiap tahun.
Berdasarkan data daftar tunggu haji 2026, ada provinsi yang masa tunggunya paling singkat sekitar 14 tahun, seperti di Kalimantan Barat.
Artinya pendaftar di sana yang mendaftar sekarang diperkirakan baru bisa berangkat sekitar tahun 2040.
Di sisi lain, beberapa wilayah lain memiliki waktu tunggu yang jauh lebih panjang.
Provinsi seperti Kalimantan Selatan bahkan mencatat masa tunggu hingga 38 tahun, yang berarti calon jemaah harus bersabar hingga sekitar tahun 2064 untuk berangkat.
Lainnya seperti Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat juga memiliki daftar tunggu yang relatif lebih pendek, sekitar kisaran belasan hingga dua puluh tahun.
Sementara itu provinsi besar seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Aceh termasuk yang punya antrean menengah panjang, mencapai sekitar 30-an tahun sebelum calon jemaah dapat menunaikan ibadah haji.
Perbedaan lama tunggu ini terjadi karena kuota haji Indonesia masih relatif terbatas sementara jumlah pendaftar terus meningkat setiap tahunnya.
Hal ini kemudian menyebabkan antrean panjang terutama di provinsi dengan jumlah pendaftar banyak.
Untuk mengatasi ketimpangan masa tunggu yang sangat berbeda antar daerah, pemerintah menetapkan metode baru dalam pembagian kuota berdasarkan proporsi daftar tunggu di setiap wilayah.
Penerapan ini membuat masa tunggu rata-rata di seluruh provinsi menjadi sekitar 26,4 tahun di Indonesia pada 2026.
Calon jemaah haji yang telah mendaftar akan menerima nomor porsi, yang bisa digunakan untuk mengecek estimasi keberangkatan sesuai antrean.
Semakin kecil nomor porsi dan semakin konsisten pelunasan biaya, biasanya semakin cepat estimasi keberangkatan disebutkan.
Meskipun masa tunggu masih panjang, banyak jamaah tetap bersabar dan mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah haji suatu hari nanti.
Antrean panjang ini juga menjadi motif bagi sebagian masyarakat untuk menabung, menjaga kesehatan, dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin sebelum keberangkatan bisa tiba.
Program atau jalur haji alternatif seperti haji furoda atau haji khusus juga sering menjadi pilihan oleh mereka yang ingin berangkat lebih cepat, tetapi jalur tersebut biasanya memerlukan biaya lebih tinggi atau syarat khusus.
Penulis: Najihatun Fadlliyah