Kenapa Banyak Orang Sulit Lepas dari Scroll Media Sosial?

Celer.my.id – Banyak orang kini sering merasa susah berhenti ketika sudah buka aplikasi media sosial, padahal awalnya cuma mau cek sebentar.

Hal ini bukan cuma soal kurang disiplin, tapi ada alasan psikologis dan desain dari platform itu sendiri yang membuat kita “tertarik terus.”

Para ahli mengatakan bahwa fitur infinite scroll yang bikin konten terus muncul tanpa henti membuat otak kita terus berharap akan ada sesuatu yang menarik.

Saat kita swipe lagi dan lagi, otak melepaskan zat yang bikin kita merasa senang sementara, mirip seperti sensasi saat main mesin judi yang terus bikin ingin lagi dan lagi.

Selain desain itu, algoritma di belakang layar juga bekerja dengan pintar untuk menampilkan konten yang kemungkinan besar akan membuat kita betah lama online.

Sistem ini membaca apa yang kita suka lalu memberi lebih banyak konten serupa, sehingga kita sering tanpa sadar terus scroll.

Karena cara ini, banyak orang bahkan merasa susah berhenti saat sudah mulai.

Kadang kita pikir cuma 5 menit, eh tiba-tiba udah jam berapa pun kita gak sadar. Ini karena otak kita sudah “kebiasaan” mencari hal baru yang bisa bikin senang atau penasaran.

Penelitian juga menunjukkan kalau mindless scrolling, yaitu scroll tanpa tujuan jelas, bisa bikin perasaan kita jadi kurang baik dan mengurangi kesejahteraan.

Kita bisa merasa guilty atau waktu kita terbuang begitu saja setelah scroll lama tanpa hasil nyata.

Di Indonesia sendiri, banyak remaja dan orang dewasa yang kecanduan media sosial karena hal ini jadi kebiasaan.

Konten yang cepat dan terus berubah, termasuk video pendek atau postingan lucu, bikin kita sulit berhenti meski sebenarnya kita tahu itu bisa ganggu fokus atau tidur.

Faktor lain adalah rasa takut ketinggalan informasi terbaru atau obrolan dengan teman akibat terus buka media sosial.

Perasaan ini bisa bikin kita kembali buka aplikasi terus meskipun sebenarnya tidak terlalu penting.

Belum lagi, penggunaan berlebihan media sosial juga bisa berpengaruh pada kesehatan mental, terutama kalau sering dibanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain di internet.

Ini bisa bikin kita merasa nggak puas dan makin sering buka-buka linimasa.

Jadi, sulit lepas dari scroll media sosial sebenarnya hasil dari kombinasi antara desain digital yang sengaja dibuat menarik, kerja algoritma yang bikin kita betah, serta respons otak kita sendiri yang mencari kepuasan instan.

Penulis: Alya Siti Aisyah

Leave a Comment