Celer.my.id – Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks, menjadi penentu kemenangan dalam laga Bundesliga 2025/2026 antara Borussia Monchengladbach vs Union Berlin. Diks mencetak gol tunggal kemenangan 1-0 sekaligus meraih rating tertinggi dalam pertandingan tersebut.
Bermain di Borussia-Park, Sabtu (28/2/2026) malam WIB, Kevin Diks tampil sebagai starter dalam formasi tiga bek tuan rumah. Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal dengan Monchengladbach langsung tampil menekan di depan pendukungnya sendiri.
Peluang pertama hadir pada menit ketujuh lewat kombinasi Rocco Reitz dan Jens Castrop, namun masih mampu diblok pertahanan Union Berlin. Hingga babak pertama usai, skor tetap 0-0 meski Monchengladbach beberapa kali mengancam, termasuk sundulan Kevin Diks yang masih melayang di atas mistar gawang.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Kevin Diks sempat mencetak gol pada menit ke-65 setelah terjadi kemelut di kotak penalti, namun dianulir karena offside. Kedua tim terus saling menyerang dan menciptakan peluang.
Drama terjadi pada masa injury time. Wasit menunjuk titik putih pada menit ke-90+4 setelah pelanggaran terhadap pemain Monchengladbach dan keputusan diperkuat lewat VAR. Kevin Diks dipercaya sebagai eksekutor dan sukses menaklukkan kiper Frederik Ronnow untuk memastikan kemenangan 1-0.
Berdasarkan data Fotmob, Kevin Diks dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut dengan rating 8,5. Selama 90 menit bermain, ia mencatatkan akurasi umpan 79 persen (59 sukses dari 71 percobaan). Secara defensif, Diks membukukan tiga sapuan, dua intersep, serta satu tekel sukses.
Kemenangan ini menjadi sangat penting bagi Monchengladbach yang sebelumnya tanpa kemenangan dalam tujuh laga terakhir. Tambahan tiga poin membawa mereka naik ke peringkat 12 klasemen sementara Bundesliga dengan 25 poin, sementara Union Berlin berada di posisi ke-10 dengan 28 poin.
Pada pekan selanjutnya, Monchengladbach akan menghadapi ujian berat melawan Bayern Muenchen, sedangkan Union Berlin dijadwalkan bertemu Werder Bremen.
Penulis: Muhamad Yudanagara