Celer.my.id – Fenomena alam menakjubkan berupa Gerhana Bulan Total diprediksi akan menyapa langit Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026 mendatang. Peristiwa astronomi ini menjadi sangat spesial karena terjadi di tengah suasana bulan suci Ramadan 1447 Hijriah bagi umat Muslim.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa seluruh wilayah dari Sabang hingga Merauke dapat menyaksikan momen ini secara langsung. Masyarakat tidak perlu menggunakan alat bantu khusus karena perubahan warna bulan akan terlihat jelas dengan mata telanjang.
Berdasarkan data perhitungan astronomis, fase gerhana akan dimulai sejak sore hari sekitar pukul 15.44 WIB. Namun, fase paling dramatis atau totalitas baru akan dimulai pada pukul 18.04 WIB ketika bulan perlahan memerah.
Puncak Gerhana Bulan Total sendiri diperkirakan terjadi pada pukul 18.34 WIB dengan durasi totalitas sekitar 58 menit. Pada saat tersebut, piringan bulan akan masuk sepenuhnya ke dalam umbra atau bayangan inti bumi yang pekat.
Warna merah tembaga yang muncul pada permukaan bulan diakibatkan oleh hamburan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Fenomena yang sering dijuluki “Blood Moon” ini menjadi objek penelitian penting bagi para ilmuwan
Bagi warga di wilayah Indonesia bagian barat, puncak gerhana ini akan bertepatan dengan waktu berbuka puasa di hari ke-14 Ramadan. Sementara itu, warga di wilayah timur Indonesia dapat menikmati pemandangan ini saat posisi bulan sudah cukup tinggi di langit malam.
Durasi keseluruhan gerhana, mulai dari fase awal hingga berakhir kembali normal, akan memakan waktu lebih dari lima jam. Gerhana ini merupakan bagian dari siklus Saros 133 yang memiliki karakteristik geometri orbit yang sangat presisi.
Para pengamat amatir disarankan untuk mencari lokasi dengan pandangan ke arah ufuk timur yang tidak terhalang bangunan atau pohon. Cuaca yang cerah menjadi faktor penentu utama agar keindahan rona merah bulan bisa tertangkap dengan sempurna.
Selain Gerhana Bulan Total pada bulan Maret, tahun 2026 juga akan dihiasi oleh tiga fenomena gerhana lainnya. Namun, peristiwa pada tanggal 3 Maret inilah yang dianggap paling ideal bagi pengamat di tanah air karena waktu kejadiannya yang sangat nyaman.
Pihak BMKG juga berencana melakukan pengamatan langsung yang akan disiarkan melalui kanal resmi mereka untuk memfasilitasi masyarakat. Persiapan teknis mulai dilakukan agar dokumentasi visual fenomena langka ini dapat dinikmati oleh publik secara luas.
Penulis: Azhimah Nurfifah Maysa