Sering Menekan Perasaan? Ini Dampak Psikologis yang Jarang Disadari

Celer.my.id – Banyak orang terbiasa menahan perasaan agar terlihat kuat dan tenang.
Padahal, secara psikologis kebiasaan ini bisa memberi dampak jangka panjang.

Menekan perasaan berarti tidak memberi ruang pada emosi untuk diproses.
Seseorang cenderung memendam marah, sedih, atau kecewa tanpa mengungkapkannya.

Dalam jangka pendek, cara ini mungkin terasa aman. Namun dalam jangka panjang, emosi yang tertahan bisa menumpuk.

Secara psikologis, emosi yang tidak tersalurkan dapat berubah menjadi stres.
Tubuh bisa merespons dalam bentuk kelelahan, sulit tidur, atau mudah tersinggung.

Merasionalkan emosi juga sering dianggap sebagai solusi dewasa. Seseorang mencoba menjelaskan perasaan dengan logika agar terlihat masuk akal.

Padahal, tidak semua emosi perlu dibenarkan dengan alasan logis. Perasaan tetap perlu diakui sebelum dicari solusinya.

Jika terus dilakukan, kebiasaan ini dapat membuat seseorang kehilangan kepekaan terhadap diri sendiri. Ia mungkin sulit mengenali apa yang sebenarnya dirasakan.

Dampaknya juga bisa terasa dalam hubungan sosial. Orang yang terlalu sering menahan emosi cenderung terlihat tertutup.

Lama-kelamaan, jarak emosional dengan orang lain bisa terbentuk. Komunikasi pun menjadi kurang terbuka dan kurang hangat.

Menekan emosi juga berisiko memicu ledakan perasaan di kemudian hari.
Emosi yang lama dipendam bisa muncul secara tiba-tiba dalam situasi tertentu.

Hal ini sering membuat seseorang terlihat berubah drastis. Padahal, perubahan itu merupakan akumulasi dari perasaan yang lama tidak tersampaikan.

Secara psikologis, mengenali dan menerima emosi adalah langkah penting.
Mengakui rasa sedih atau kecewa bukan berarti lemah.

Mengelola emosi bukan berarti menahannya sepenuhnya. Justru, memahami perasaan membantu seseorang mengambil keputusan lebih bijak.

Berbicara dengan orang terpercaya bisa menjadi cara sehat untuk menyalurkan emosi.
Menulis jurnal atau melakukan aktivitas refleksi juga dapat membantu.

Menjaga keseimbangan antara logika dan perasaan sangat penting.
Keduanya perlu berjalan bersama agar kesehatan mental tetap terjaga.

Menekan perasaan memang terlihat sederhana. Namun jika dibiarkan terus-menerus, dampaknya bisa lebih besar dari yang dibayangkan.

Penulis: Nabila Larasati

Leave a Comment