Dilan dan Antares Masuk Daftar Rekomendasi Novel Remaja 2026, Bahasa Ringan Jadi Daya Tarik Utama

Celer.my.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta bersama komunitas literasi #SibukBaca merilis rekomendasi novel remaja paling ringan dibaca sepanjang awal 2026 dalam konferensi pers di Perpustakaan Jakarta, Cikini, Senin (16/2/2026). Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990 karya Pidi Baiq serta Antares karya Reinda secara mengejutkan masih bertengger di jajaran teratas meski usia keduanya telah lebih dari satu dekade sejak perilisan perdana.

Kepala Bidang Pengembangan Koleksi DKI Jakarta menyebut pemilihan didasarkan pada gaya bertutur yang mengalir bak obrolan sehari-hari. Dilan dinilai legendaris karena menggunakan bahasa percakapan Bandung yang cair tanpa membuat pembaca perlu kamus khusus.

Novel Dilan bercerita tentang Milea yang bernostalgia pada masa SMA tahun 1990, dirayu Dilan dengan cara-cara absurd seperti kado buku TTS yang sudah diisi jawaban. Penggunaan sudut pandang orang pertama dari sisi Milea membuat pembaca serasa ikut jatuh cinta pada tokoh berandalan baik hati itu.

Pidi Baiq disebut berhasil membuktikan bahwa setting detail tidak wajib untuk membuat cerita remaja sukses. Lokasi seperti sekolah, warung Bi Eem, dan jalan Bandung hanya disinggung sepintas namun tetap membekas di hati pembaca.

Sementara Antares yang lahir dari platform Wattpad pada 2020 juga masuk rekomendasi berkat diksi remaja kekinian yang sangat dekat dengan Gen Z. Reinda yang menulis saat masih SMA berhasil menangkap bahasa gaul anak muda tanpa terdengar dipaksakan.

Cerita Antares mengikuti Zea, siswi pindahan dari Bandung yang tanpa sengaja dekat dengan Antares, ketua geng motor Calderioz berwajah dewa Yunani. Konflik bertambah saat diketahui Zea adalah adik ketua geng motor Wolves yang merupakan musuh bebuyutan Calderioz.

Kedua novel sama-sama mengangkat tema geng motor namun dengan kemasan bahasa yang ringan dan mudah dicerna. Dilan mengusung romantisme era 90-an yang sendu, sedangkan Antares membawa ketegangan khas cerita Wattpad dengan dialog yang lincah.

Dari hasil survei singkat komunitas #SibukBaca terhadap 500 responden pelajar Jakarta, 78 persen mengaku bisa menyelesaikan Dilan dalam dua hingga tiga hari. Antares bahkan disebut lebih cepat karena struktur bab pendek yang membuat pembaca ketagihan membalik halaman.

Penerbit Loveable selaku rumah Antares mengonfirmasi bahwa cetakan ulang Januari 2026 telah habis dalam 72 jam. Fenomena ini menunjukkan novel remaja ringan tidak pernah kehilangan pembaca lintas generasi.

Di luar dua nama besar itu, novel Carstenz karya Doni Nurdiansyah dan Jona Joni karya Muhammad Ichsan Siregar juga direkomendasikan. Carstenz menawarkan cerita petualangan tiga mahasiswa menaklukkan Cartenz Pyramid dengan bahasa teknis pendakian yang disederhanakan.

Jona Joni justru menguras emosi dengan cerita persahabatan yang diuji realitas hidup, ditulis dalam narasi pendek ala buku harian. Gaya bertutur yang lugas dan minim metafora rumit membuat novel ini nyaman dibaca dalam sekali duduk.

Pemerintah Provinsi DKI berencana menjadikan keenam novel ini sebagai bahan diskusi dalam program “Jakarta Membaca” yang akan digelar Maret mendatang. Program ini bertujuan menumbuhkan minat baku remaja melalui bacaan yang relevan dengan keseharian mereka.

Fajar Bustomi yang pernah menyutradarai adaptasi film Dilan mengaku tidak terkejut dengan abadinya novel Pidi Baiq tersebut. Menurutnya, kesederhanaan kalimat justru menjadi kekuatan terbesar Dilan yang sulit ditiru penulis lain.

Penulis: M Syifan Al Juhdi

Leave a Comment