Lawan Risiko Penyakit Kronis, Konsumsi Buah dan Sayur Penduduk Indonesia Masih Minim

Celer.my.id – Gaya hidup modern seringkali membuat kita abai terhadap kualitas makanan yang masuk ke dalam tubuh setiap harinya.

Padahal, pemenuhan nutrisi dari sumber alami seperti buah dan sayur merupakan fondasi utama dalam menjaga imunitas jangka panjang.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan mengenai pola makan masyarakat kita saat ini.

Tercatat sebanyak 95,5% penduduk Indonesia masuk dalam kategori kurang mengonsumsi buah dan sayur sesuai standar kesehatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara spesifik telah memberikan panduan baku mengenai jumlah asupan serat harian yang ideal.

Mereka menyarankan setiap individu mengonsumsi minimal 400 gram atau sekitar lima porsi buah dan sayur setiap hari.

Anjuran ini bukan tanpa alasan kuat mengingat nutrisi mikro di dalamnya sangat krusial bagi metabolisme tubuh.

Konsumsi yang cukup terbukti mampu menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti stroke, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Sayuran hijau dan buah berwarna cerah menyimpan “kekuatan” rahasia yang dikenal dengan istilah fitonutrien atau antioksidan alami.

Zat ini bertugas melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan polusi yang sulit dihindari di area perkotaan.

Selain itu, kandungan serat tinggi dalam buah dan sayur berperan vital dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan manusia.

Pencernaan yang lancar tidak hanya membuang racun, tetapi juga meningkatkan penyerapan vitamin lainnya secara lebih optimal.

Strategi Memulai Kebiasaan Baru, banyak orang merasa kesulitan mencukupi porsi harian karena alasan praktis atau rasa yang dianggap kurang menggugah selera.

Anda bisa memulainya dengan menyelipkan irisan buah pada menu sarapan atau menambahkan sayuran dalam setiap hidangan utama.

Jangan ragu untuk mengeksplorasi berbagai jenis buah lokal yang harganya lebih terjangkau namun memiliki nilai gizi setara buah impor.

Konsistensi dalam menjaga asupan ini akan menjadi investasi kesehatan yang tak ternilai harganya di masa depan nanti.

Penulis: Azhimah Nurfifah Maysa

Leave a Comment