Film “Surat untuk Masa Mudaku” Tayang dan Tuai Pujian

Celer.my.id – Film Surat untuk Masa Mudaku telah resmi tayang di Netflix sejak 29 Januari 2026 dan langsung menarik perhatian banyak penonton Di Indonesia.

Cerita film ini menyentuh hati karena mengangkat tema kehidupan anak panti asuhan dan perjalanan besar seorang tokoh utama bernama Kefas.

Disutradarai oleh Sim F, film ini terinspirasi dari pengalaman masa kecil sang sutradara sendiri, meskipun dibuat sebagai cerita fiksi.

Sim F mengatakan bahwa film ini bukan biografi, tetapi menggambarkan rasa kehilangan, harapan, dan proses berdamai dengan masa lalu yang dirasakan banyak orang.

Alur cerita Surat untuk Masa Mudaku mengikuti kehidupan Kefas sejak masa kecilnya Di Panti asuhan sampai ia dewasa.

Kefas bersama teman-temannya sering dicap sebagai “anak bermasalah” tetapi kisah mereka justru menampilkan sisi persahabatan, kenakalan, dan pembelajaran hidup yang mendalam.

Film ini juga memuat hubungan unik antara anak-anak panti dengan Simon, seorang pengurus baru yang tegas namun sabar.

Pada awalnya, anak-anak sering membuat masalah untuk Simon, tetapi seiring berjalannya waktu mereka mulai memahami nilai kasih sayang dan tanggung jawab.

Para pemeran muda dalam film ini mendapat sorotan positif karena mampu membawakan peran dengan natural dan menyentuh emosi penonton.

Salah satunya adalah Millo Taslim, aktor pendatang baru yang memerankan versi muda Kefas, serta talenta cilik lain yang bekerja sama dengan aktor dewasa seperti Fendy Chow dalam versi karakter yang lebih tua.

Selain alur cerita yang kuat, film ini mendapat pujian karena penyutradaraan yang matang dalam menggambarkan kehidupan panti asuhan dan pergulatan batin tokohnya.

Banyak penonton menyatakan bahwa cerita Surat untuk Masa Mudaku mampu membuat mereka terhubung secara emosional dan merenungkan pengalaman hidup sendiri.

Dengan durasi sekitar lebih dari dua jam, film ini tidak hanya menawarkan hiburan tetapi juga pesan moral yang dalam tentang trauma, keluarga, dan harapan.

Tema-tema tersebut dianggap universal sehingga dapat diterima baik oleh penonton Indonesia maupun penonton internasional yang menontonnya di platform Netflix.

Keberhasilan Surat untuk Masa Mudaku menunjukkan bahwa film Indonesia yang berakar dari pengalaman personal dan cerita lokal tetap memiliki daya tarik kuat.

Film ini menjadi bukti bahwa kisah sederhana dengan emosi yang jujur dapat memberi dampak kuat bagi banyak orang.

Penulis: Alya Siti Aisyah

Leave a Comment