Celer.my.id – Menjelang masuknya Tahun Kuda Api 2026, banyak orang mulai membahas kepercayaan soal shio ciong dan tolak bala yang biasa dilakukan masyarakat Tionghoa dan Jawa.
Tahun ini dimulai pada 17 Februari 2026 menurut kalender lunar Tionghoa dan diperkirakan membawa energi yang sangat dinamis dan penuh semangat.
Dalam tradisi astrologi Tionghoa, shio yang masuk dalam kondisi ciong adalah shio yang ritmenya kurang selaras dengan energi tahun yang sedang berjalan.
Kata ciong bukan berarti nasib buruk mutlak, tapi lebih ke pertanda bahwa pemilik shio tersebut harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan besar.
Dari berbagai sumber menunjukkan bahwa beberapa shio seperti Kuda, Ayam, Tikus, dan Kelinci dipandang berada dalam kondisi ciong pada 2026.
Orang dengan shio-shio ini disarankan lebih mindful dalam pekerjaan, keuangan, dan kesehatan sepanjang tahun agar tidak terjebak masalah yang tidak perlu.
Karena itulah, banyak masyarakat mencari cara tolak bala atau penangkal energi negatif agar tahun ini berjalan lebih lancar.
Tolak bala biasanya melibatkan ritual tradisional seperti doa bersama, bersih-bersih rumah, menggunakan simbol keberuntungan, hingga mengikuti tradisi lokal agar energi tidak “memukul balik” pemilik shio yang ciong.
Para pakar feng shui juga sering menyarankan penggunaan benda dan warna tertentu sebagai alat tolak bala, terutama untuk shio yang kurang selaras dengan energi tahun berjalan.
Misalnya, memakai warna merah atau aksesori yang dipercaya membawa keberuntungan dapat membantu menenangkan energi dan menjaga keseimbangan emosi.
Selain itu, tradisi tolak bala tidak hanya soal benda atau warna saja, tapi juga kebiasaan seperti menjaga pola hidup yang sehat, berdoa, dan tetap bersikap positif dalam menghadapi tantangan.
Masyarakat yang mempercayai ramalan ini berharap dengan cara-cara tersebut, mereka bisa lebih siap dan tenang menjalani berbagai perubahan cepat di Tahun Kuda Api.
Meskipun fenomena ciong dan tolak bala bersifat kepercayaan budaya, banyak orang tetap menganggapnya sebagai pengingat agar tetap waspada dan bijak dalam menjalani hidup tahun ini.
Dengan memahami tradisi dan tips penangkalannya, masyarakat yang merayakan atau yang percaya berharap tahun 2026 bisa jadi lebih aman, bahagia, dan penuh peluang.
Penulis: Alya Siti Aisyah