Wajah Baru Jalan Asia Afrika: Magnet Utama Warga Berburu Senja di Kota Kembang

Celer.my.id – Kawasan historis Jalan Asia Afrika kini kembali bersinar dan menjadi pusat perhatian ribuan warga yang ingin menghabiskan waktu menunggu azan magrib.

Suasana kolonial yang kental berpadu dengan sejuknya udara sore menjadikan lokasi ini titik paling ikonik bagi warga lokal maupun wisatawan untuk melakukan tradisi ngabuburit.

Pemerintah Kota Bandung mencatat kenaikan volume pejalan kaki hingga 30 persen di area trotoar sepanjang Jalan Braga hingga Alun-alun selama pekan pertama Ramadan.

Kerumunan warga biasanya mulai memadati area ini sejak pukul 16.00 WIB untuk sekadar berfoto dengan latar gedung tua atau bercengkerama dengan para “hantu” jalanan yang menjadi daya tarik seni pertunjukan lokal.

Tidak hanya soal pemandangan, kawasan ini juga menjadi surga bagi pemburu takjil dengan kehadiran berbagai stand kuliner tradisional yang tertata rapi.

Mulai dari batagor legendaris hingga minuman segar kekinian, para pedagang di area khusus UMKM mengaku omzet mereka melonjak drastis berkat sistem pengaturan zonasi yang lebih tertib tahun ini.

Keamanan di sekitar lokasi pun terpantau diperketat dengan kehadiran petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan yang berjaga di setiap sudut persimpangan.

Hal ini dilakukan demi menjamin kenyamanan pejalan kaki serta mengurai potensi kemacetan yang kerap terjadi di sekitar titik nol kilometer Bandung saat menjelang waktu berbuka.

Fasilitas publik seperti bangku taman dan lampu hias yang baru saja direvitalisasi menambah estetika Kota Kembang di bawah temaram cahaya senja.

Banyak anak muda memanfaatkan momentum ini untuk membuat konten media sosial, mengingat setiap sudut Jalan Asia Afrika kini sangat estetik dan ramah lensa kamera.

Bagi mereka yang ingin beribadah, Masjid Raya Bandung yang tepat berada di ujung jalan menjadi destinasi akhir setelah puas berkeliling.

Selain arsitekturnya yang megah, halaman rumputĀ  di depan masjid juga menjadi tempat favorit keluarga untuk duduk santai sembari menikmati kudapan berbuka puasa.

Meski padat, kesadaran masyarakat akan kebersihan nampaknya mulai meningkat dengan minimnya sampah yang berserakan di area jalur tersebut.

Melalui pengawasan rutin, pihak berwenang berharap tren positif ini terus terjaga hingga perayaan Hari Raya Idulfitri mendatang guna menjaga nama baik kota Bandung sebagai kota wisata.

Menikmati sore di Bandung memang memberikan pengalaman yang berbeda, di mana sejarah dan modernitas bertemu dalam satu tarikan napas.

Tak heran jika setiap sudut kota ini selalu punya cerita bagi siapa saja yang rindu akan hangatnya kebersamaan di bulan suci.

Penulis: Azhimah Nurfifah Maysa

Leave a Comment