Celer.my.id – Menjelang bulan suci Ramadan 2026, isu belanja kebutuhan puasa yang hemat kembali menjadi perhatian masyarakat di tengah tekanan inflasi harga bahan pokok.
Tidak hanya menyiapkan anggaran untuk sahur dan buka puasa.
keluarga juga harus memperhitungkan biaya takjil, sedekah, dan persiapan Lebaran.
Dengan kondisi ekonomi yang dinamis, mengatur belanja secara strategis turut membantu menjaga stabilitas finansial keluarga selama Ramadan
Langkah pertama yang penting dilakukan adalah membuat anggaran khusus Ramadan. Tentukan dulu berapa dana yang memang disiapkan untuk kebutuhan makan selama sebulan penuh.
Dengan begitu, belanja jadi lebih terarah dan tidak mudah tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
Membuat daftar belanja sebelum pergi ke pasar atau supermarket juga sangat membantu agar tidak belanja impulsif.
Selain itu, manfaatkan promo dan diskon yang biasanya mulai ramai menjelang Ramadan.
Banyak minimarket dan supermarket menawarkan potongan harga untuk kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, sirup, hingga bahan makanan beku. Promo akhir pekan seperti JSM (Jumat, Sabtu, Minggu) bisa jadi kesempatan untuk belanja lebih hemat jika dimanfaatkan dengan baik.
Cara lain yang bisa dicoba adalah membeli beberapa kebutuhan pokok dalam jumlah lebih besar sekaligus. Misalnya beras, gula, tepung, atau minyak goreng.
Biasanya harga per satuannya jadi lebih murah dibanding beli sedikit-sedikit. Selain lebih hemat, cara ini juga mengurangi frekuensi belanja mendadak yang sering kali membuat pengeluaran membengkak.
Membandingkan harga juga penting. Jangan ragu cek harga di pasar tradisional dan bandingkan dengan supermarket. Untuk sayur, buah, dan bahan segar lainnya, pasar tradisional sering kali menawarkan harga lebih terjangkau. Sementara produk kemasan tertentu bisa jadi lebih murah saat promo di supermarket.
Supaya makin terkontrol, sebaiknya buat rencana menu sahur dan buka puasa untuk beberapa hari ke depan.
Dengan perencanaan menu, belanja jadi lebih fokus dan risiko makanan terbuang bisa ditekan. Sayang sekali kalau bahan makanan yang sudah dibeli akhirnya tidak terpakai dan justru jadi pemborosan.
Terakhir, biasakan mencatat pengeluaran selama Ramadan. Dari catatan itu, keluarga bisa mengevaluasi pengeluaran mana yang paling besar dan menyesuaikannya di minggu berikutnya.
Dengan cara sederhana ini, kebutuhan puasa tetap terpenuhi tanpa harus khawatir keuangan jebol sebelum Lebaran tiba.
Penulis: M. Syifan Juhdi