Celer.my.id – Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang dilaksanakan umat Muslim secara berjamaah atau sendiri selama bulan Ramadan, dilakukan setelah shalat Isya’.
Ibadah ini memiliki keutamaan karena menjadi salah satu amalan harian utama di bulan suci sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sebelum melaksanakan Tarawih, seorang Muslim dianjurkan berwudhu terlebih dahulu sebagai bentuk kesiapan diri secara fisik dan spiritual.
Waktu pelaksanaan shalat Tarawih dimulai setelah shalat Isya’ dan biasanya dilakukan di masjid secara berjamaah, namun juga sah jika dilakukan sendiri di rumah.
Niat Shalat Tarawih
Niat shalat Tarawih dilakukan dalam hati sebelum takbiratul ihram. Bacaan niatnya adalah:
نَوَيْتُ أَنْ أُصَلِّيَ سُنَّةَ التَّراوِحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
(Nawaitu an usalli sunnatat tarawihi rak‘ataini lillahi ta‘ala)
Artinya: “Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tarawih biasanya dilakukan dalam jumlah rakaat genap, seperti 8, 20, atau 36 rakaat menurut kebiasaan masing-masing madzhab, dan diakhiri dengan shalat Witr sebagai penutup. Setiap dua rakaat ditutup dengan salam.
Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tarawih
- Berdiri tegak menghadap kiblat lalu membaca takbir (Allahu Akbar) untuk memulai shalat.
- Surat Al-Fatihah dibaca setiap rakaat diikuti dengan surat atau ayat lain dari Al-Qur’an.
- Ruku’ dan sujud dilakukan seperti biasa dalam shalat fardu.
- Usai salam dari jumlah rakaat tertentu, shalat Tarawih dapat ditutup.
Dalam jamaah masjid, imam akan membacakan ayat Al-Qur’an panjang-panjang sehingga makmum mendengarkan sambil mengikuti gerakan shalat. Bagi pelaksana sendiri di rumah, bacaan dapat disesuaikan dengan kemampuan.
Doa Setelah Shalat Tarawih (Dzikir dan Doa Penutup)
Setelah selesai shalat, disunnahkan memanjatkan beberapa dzikir dan doa sebagai penutup. Contoh dzikir yang bisa dibaca adalah:
سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
(Subhanaka Allahumma wa bi-hamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilayk)
Artinya: “Mahasuci Engkau ya Allah, dan aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampunan-Mu dan bertobat kepada-Mu.”
Doa ini dibaca sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT dan permohonan ampunan setelah beribadah. Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan memanjatkan doa lain sesuai kebutuhan pribadi setelah Tarawih.
Tata Cara Tarawih di Rumah
Jika tidak melaksanakan Tarawih berjamaah di masjid, seorang Muslim dapat melakukannya di rumah secara sendiri atau bersama keluarga.
Tata cara dan bacaan tetap sama dengan shalat berjamaah; yang berubah hanya jumlah makmum.
Pelaksana di rumah dianjurkan menjaga kekhusyukan dan mengikuti aturan shalat seperti biasa.
Setelah Tarawih, dapat dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an, doa malam, atau amalan sunnah lainnya selama Ramadan.
Keutamaan Shalat Tarawih
Shalat Tarawih memiliki banyak keutamaan dalam hadits, termasuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbanyak pahala pada bulan Ramadan.
Amalan ini merupakan sunnah muakkad, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan selama bulan suci.
Dengan menjalankan tata cara yang benar sesuai tuntunan Islam, umat Muslim dapat menjalani ibadah Tarawih dengan penuh makna serta mendapatkan keberkahan pada bulan Ramadan.
Penulis: Najihatun Fadlliyah