Celer.my.id – Malam pertama Ramadan selalu menjadi momen yang dinanti umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Selain menandai dimulainya ibadah puasa, malam tersebut juga identik dengan pelaksanaan salat tarawih perdana.
Banyak umat Muslim meyakini, tarawih di malam pertama memiliki keutamaan besar sebagai pembuka pintu ampunan dan awal memperbaiki diri selama bulan suci.
Secara umum, keutamaan salat tarawih didasarkan pada hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim yang menyebutkan, “Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan (salat malam di bulan Ramadan) karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Hadis ini menjadi landasan kuat anjuran tarawih, termasuk pada malam pertama.
Meski beredar berbagai riwayat populer tentang keutamaan khusus setiap malam tarawih, para ulama mengingatkan agar umat berhati-hati.
Sejumlah hadis yang merinci keutamaan malam pertama hingga ke-30 dinilai lemah bahkan palsu.
Karena itu, umat dianjurkan berpegang pada dalil yang sahih, yakni janji ampunan bagi mereka yang melaksanakannya dengan iman dan penuh harap kepada Allah.
Dari sisi sejarah, salat tarawih sudah dicontohkan sejak masa Nabi Muhammad SAW. Beliau pernah melaksanakannya secara berjamaah di masjid, namun kemudian tidak melanjutkan secara rutin karena khawatir dianggap wajib.
Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, pelaksanaan tarawih berjamaah kembali dihidupkan dan menjadi tradisi hingga kini.
tarawih juga membawa dampak sosial. Masjid-masjid yang kembali ramai pada malam pertama Ramadan menciptakan suasana kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kolektif dalam beribadah.
Agar pelaksanaan tarawih lebih maksimal, ada beberapa tips yang bisa diterapkan.
Pertama, niatkan ibadah dengan ikhlas dan fokus pada kualitas, bukan sekadar jumlah rakaat.
Kedua, persiapkan fisik dengan istirahat cukup sebelum berangkat ke masjid. Ketiga, pahami bacaan dan makna doa agar salat lebih khusyuk.
Bagi yang tidak memungkinkan berjamaah di masjid, tarawih di rumah tetap sah dan bernilai pahala.
Malam pertama tarawih bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum awal membangun komitmen spiritual selama Ramadan.
Dengan berpegang pada dalil yang sahih dan melaksanakan ibadah dengan penuh keikhlasan, umat Muslim dapat menjadikan malam pertama sebagai titik balik menuju Ramadan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan.
Penulis: M. Syifan Juhdi