Keutamaan Berbuka Puasa: Momen Doa Mustajab yang Jangan Disia-siakan

Celer.my.id – Berbuka puasa bukan hanya soal menghilangkan rasa lapar dan haus setelah seharian menahan diri.

Dalam ajaran Islam, waktu berbuka memiliki keutamaan besar yang dijelaskan dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW.

Salah satu keistimewaan saat berbuka adalah sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Tirmidzi).

Hadis ini menunjukkan bahwa menjelang dan saat berbuka merupakan momen terbaik bagi umat Islam untuk memanjatkan doa dan harapan kepada Allah SWT.

Rasulullah juga menganjurkan agar umatnya tidak menunda berbuka ketika waktu maghrib telah tiba. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, “Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” Artinya, berbuka tepat waktu merupakan bagian dari sunnah yang dianjurkan dan membawa kebaikan.

Keutamaan lainnya adalah pahala bagi orang yang memberi makan kepada mereka yang berpuasa. Dalam hadis riwayat Tirmidzi,

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang memberi makan orang berpuasa untuk berbuka akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun. Inilah yang menjadi dasar semangat berbagi takjil dan menyediakan makanan berbuka selama bulan Ramadan.

Rasulullah SAW juga mencontohkan berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, beliau berbuka dengan air, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Abu Dawud.

Sunnah ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh karena membantu mengembalikan energi secara perlahan setelah berpuasa.

Dengan berbagai keutamaan tersebut, waktu berbuka menjadi momen yang sangat berharga. Tidak hanya untuk makan dan minum, tetapi juga untuk memperbanyak doa, mengikuti sunnah Nabi, serta berbagi dengan sesama. Ramadan pun menjadi kesempatan untuk meraih pahala dan keberkahan, terutama saat waktu maghrib tiba.

Penulis: M. Syifan Juhdi

Leave a Comment