Celer.my.id – Festival Ramadan di Jalan Siliwangi Cirebon kembali digelar dan langsung dipadati pengunjung.
Sejak sore hari, warga terlihat memadati kawasan pusat kota untuk berburu takjil dan kuliner khas.
Acara tahunan ini menjadi salah satu agenda favorit masyarakat selama bulan suci.
Selain berburu makanan berbuka, pengunjung juga menikmati suasana meriah dengan lampu hias dan panggung hiburan.
Puluhan pelaku UMKM membuka lapak di sepanjang Jalan Siliwangi.
Mereka menawarkan aneka makanan seperti kolak, gorengan, es buah, hingga makanan khas Cirebon.
Tidak hanya kuliner, tersedia pula stan pakaian muslim dan aksesoris Ramadan.
Produk yang dijual bervariasi dengan harga yang ramah di kantong.
Festival ini dinilai membantu meningkatkan perekonomian pelaku usaha kecil.
Banyak pedagang mengaku omzet mereka naik signifikan dibanding hari biasa.
Salah satu pedagang minuman mengaku dagangannya laris sebelum waktu berbuka tiba. Ia menyebut momen Ramadan selalu membawa berkah bagi penjual takjil.
Pengunjung datang tidak hanya dari Kota Cirebon.
Sejumlah warga dari daerah sekitar juga turut meramaikan festival tersebut.
Panitia menyebut festival ini digelar untuk mendukung UMKM lokal.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi antarwarga.
Suasana semakin ramai menjelang waktu magrib.
Pengunjung tampak berburu menu favorit sebelum adzan berkumandang.
Petugas keamanan dan relawan turut berjaga di sejumlah titik.
Hal ini dilakukan untuk memastikan acara berjalan tertib dan aman.
Pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari promosi wisata kuliner. Jalan Siliwangi pun disulap menjadi pusat keramaian yang menarik perhatian.
Beberapa pengunjung mengaku senang dengan adanya festival tersebut.
Mereka merasa lebih mudah mencari menu berbuka dalam satu lokasi.
Festival Ramadan di Jalan Siliwangi Cirebon juga menghadirkan hiburan religi.
Penampilan musik islami dan tausiyah singkat turut memeriahkan suasana.
Dengan antusiasme tinggi dari masyarakat, festival ini diprediksi terus ramai hingga akhir Ramadan.
Para pedagang berharap cuaca dan kondisi tetap mendukung agar penjualan stabil.
Festival ini bukan sekadar ajang jual beli. Ia menjadi ruang berkumpulnya warga untuk merayakan Ramadan dengan penuh kebersamaan.
Penulis: Nabila Larasati