Gunung Ibu dan Semeru Kembali Erupsi, Warga Diminta Tetap Waspada

Celer.my.id – Dua gunung api aktif di Indonesia kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dalam dua hari terakhir.

Pagi ini, Waspada! Pagi Ini Gunung Ibu Kembali Erupsi (Jumat, 20 Februari 2026)

Di Maluku Utara tercatat mengalami letusan lagi.

Pandangan langsung tidak terlihat namun lembaga pemantau mencatat aktivitas di seismograf menunjukkan erupsi yang terekam dengan amplitudo puluhan milimeter.

Gunung Ibu sepanjang tahun ini telah beberapa kali kembali aktif setelah periode erupsi mingguan sebelumnya, meski tanpa laporan kolom abu yang sangat tinggi seperti beberapa letusan terdahulu.

Aktivitas gunung ini saat ini masih berada di status Level II (Waspada) menurut pusat vulkanologi.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Gunung Ibu juga erupsi di pertengahan dan awal Februari dengan kolom abu teramati beberapa ratus meter, yang menjadi sinyal bahwa aktivitas vulkanik masih tinggi.

Sementara itu di Jawa Timur, Gunung Semeru Tujuh Kali Erupsi, Tinggi Letusan Capai 1 Km (20 Februari 2026). Pagi ini tercatat mengalami banyak letusan dalam rentang dini hari hingga pagi.

Tinggi kolom abu vulkanik beragam antara kurang lebih 500 meter sampai sekitar 1 kilometer di atas puncak dalam beberapa kejadian.

Menurut laporan petugas pos pengamatan di puncak Semeru, letusan pertama terjadi dini hari dengan ketinggian kolom abu sekitar 700 meter.

Aktivitas ini kemudian berulang beberapa kali hingga pagi menjelang.

Tingkat aktivitas Gunung Semeru saat ini berada di Level III (Siaga) yang berarti potensi bahaya bisa meningkat dan pemantauan terus dilakukan oleh pihak berwenang setempat.

Para ahli vulkanologi dan pemerintah daerah secara rutin mengimbau masyarakat di sekitar kedua gunung tersebut untuk tidak beraktivitas di sekitar radius yang berisiko.

Untuk Semeru, misalnya, warga dan wisatawan diminta menjauh dari sektor tenggara aliran sungai di sepanjang jalur lahar di sekitar puncak.

Untuk Gunung Ibu, imbauan serupa berlaku untuk radius beberapa kilometer dari kawah aktif guna mengantisipasi semburan abu vulkanik maupun potensi lontaran material vulkanik.

Fenomena dua gunung api ini menunjukkan dinamika alam Indonesia yang tinggi, karena negara ini berada di cincin api Pasifik yang rentan aktivitas vulkanik dan seismik.

Pemantauan terus dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memastikan keamanan warga.

Penulis: Najihatun Fadlliyah

Leave a Comment