Jabodetabek Dikepung Banjir, Ribuan Warga Mulai Mengungsi

Celer.my.id Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak semalam menyebabkan banjir besar di sejumlah titik strategis hari ini.

Berdasarkan data terbaru, ratusan Rukun Tetangga (RT) di Jakarta hingga wilayah   Bekasi dan Tangerang kini terendam air dengan ketinggian bervariasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur menjadi lokasi terdampak paling parah.

Aliran Kali Ciliwung dan Kali Krukut yang meluap menyebabkan pemukiman warga di Bidara Cina serta Kebon Pala terendam hingga kedalaman 1,5 meter.

Di wilayah Bekasi, luapan sungai juga merendam jalur utama Jalan Sultan Agung yang memicu kemacetan parah sejak Sabtu pagi. Petugas gabungan telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan rekayasa lalu lintas serta membantu proses evakuasi warga yang terjebak di dalam rumah.

Pihak BMKG sendiri telah mengeluarkan status siaga bagi wilayah Jabodetabek karena potensi hujan lebat diprediksi masih akan berlanjut.

Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diminta untuk segera mengamankan barang berharga dan bersiap menuju posko pengungsian yang telah disediakan pemerintah.

Kondisi pintu air di beberapa lokasi, seperti Pintu Air Manggarai dan Angke Hulu, saat ini dilaporkan telah memasuki status Siaga 2.

Kenaikan debit air yang cepat ini memaksa petugas untuk terus memantau pergerakan arus guna mengantisipasi banjir kiriman dari wilayah hulu Bogor.

Bantuan logistik berupa makanan siap saji dan obat-obatan mulai didistribusikan ke titik-titik pengungsian darurat di masjid serta kantor kelurahan.

Pemerintah daerah memastikan bahwa seluruh pompa air di wilayah terdampak telah dioperasikan secara maksimal untuk mempercepat proses surutnya genangan di jalan protokol.

Para pengendara dihimbau untuk menghindari ruas jalan Daan Mogot dan jalur penghubung Jakarta-Tangerang karena ketinggian air masih cukup berisiko bagi kendaraan kecil.

Pantauan di lapangan menunjukkan banyak kendaraan roda dua yang mengalami mogok akibat nekat menerjang genangan air yang mencapai 40 sentimeter.

Hingga sore ini, petugas penyelamat masih terus menyisir pemukiman padat penduduk untuk memastikan tidak ada warga lansia atau anak-anak yang tertinggal.

Kewaspadaan kolektif sangat diperlukan mengingat cuaca mendung tebal masih menyelimuti sebagian besar wilayah langit ibu kota dan sekitarnya.

Penulis: Azhimah Nurfifah Maysa

Leave a Comment