Celer.my.id – Fenomena berburu takjil jelang waktu berbuka puasa kembali jadi topik yang ramai dibicarakan netizen di berbagai platform media sosial.
Banyak video dan foto yang dibagikan memperlihatkan antrean panjang warga yang mencari takjil favoritnya menjelang magrib.
Tagar tentang pasar takjil dan rekomendasi lokasi jualan takjil cepat menyebar terutama di aplikasi berbagi video.
Konten-konten itu membuat beberapa tempat berburu takjil mendadak dikenal luas bahkan di luar kota asalnya.
Pakar komunikasi menyebut fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, tapi bagian dari budaya ngabuburit dan kebiasaan berburu makanan berbuka puasa.
Mereka mengatakan bahwa aktivitas ini jadi saluran bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman dan rekomendasi tempat makan seru saat Ramadan.
Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang merasakan manfaat dari viralnya tren takjil tersebut.
Pedagang yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar kini kebanjiran calon pembeli berkat konten viral yang dibagikan netizen.
Selain itu, sebagian pemilik usaha mencoba berinovasi dengan menu yang unik dan kemasan menarik untuk menarik perhatian pembeli.
Beberapa UMKM juga mengunggah konten mereka sendiri di media sosial agar produk takjil mereka makin terlihat oleh calon pembeli.
Di kota denpasar misalnya, pasar ramadan di kampung wanasari jadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi pembeli dan wisatawan.
Pengunjung yang datang sering kali mengabadikan momen berburu takjil di sana dan membagikannya, sehingga jumlah UMKM yang ikut jualan meningkat dari tahun ke tahun.
Namun beberapa pedagang juga mengakui tantangan yang muncul dari tren ini, terutama soal kesiapan stok dan jam kerja yang lebih panjang.
Meski begitu, mayoritas pelaku UMKM merasa tren takjil viral memberi efek positif karena penjualan mereka bisa naik jauh dibanding hari biasa.
Dengan begitu, fenomena takjil yang jadi viral di media sosial bukan hanya hiburan semata, tapi juga jadi peluang nyata bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan dikenal lebih luas.
Tren ini juga menunjukkan bagaimana era digital bisa jadi alat promosi gratis yang efektif bagi usaha kecil di tengah masyarakat.
Penulis: Alya Siti Aisyah